Tutup Iklan
ObatDiabetes
  
Pro Kontra Larangan Berbicara Politik di Masjid, Ini Pendapat Gatot? Benarkah?

Pro Kontra Larangan Berbicara Politik di Masjid, Ini Pendapat Gatot? Benarkah?

Nur AK
5 Mei 2018
Dibaca : 367x
Menurut Gatot, kalau yang berbicara itu umat muslim, maka ia tidak tahu tentang agama. Namun, jika bukan, berarti ia sok tau.

Mantan Panglima TNI, Jenderal Gatot Nurmantyo menanggapi wacana pelarangan berbicara politik di masjid yang belakangan ramai diperbincangkan.

Menurut Gatot, kalau yang berbicara itu umat muslim, maka ia tidak tahu tentang agama. Namun, jika bukan, berarti ia sok tau.

"Satu, kalau dia umat muslim ia tidak tahu tentang agama. Kedua, kalau bukan umat muslim dia sok tahu tentang agama Islam," pungkasnya di Masjid UGM, Jumat (4/5/2018) lalu.

Seperti yang Gatot ketahui, semua ilmu yang ada berasal dari kitab suci Alquran, seperti ilmu tentang perbintangan, ilmu tentang pemerintahan, hingga politik.

"Penemu ilmu tentang perbintangan lebih duluan mana sama Alquran. Ilmu tentang pemerintahan ada di situ. Nah, kalau politik dilarang, padahal isi Alquran itu juga tentang manusia itu juga politik bagaimana ceritanya," jelasnya.

Menurut Gatot, tak ada salahnya berbicara politik di masjid, sebab Nabi Muhammad SAW sebagai suri tauladan yang baik pun pernah berbicara tentang pemerintahan atau politik di Masjid Nabawi.

"Rasul itu berbicara tentang pemerintah atau tentang politik di Masjid Nabawi. Kok dilarang itu bagaimana?" tanyanya.

Bagi Gatot, politik memiliki tujuan yang mulia. Masyarakat hanya menyalahartikan saja.

"Politik itu tujuannya mulia lo. Iya kan, politik itu mulia. Hanya disalahartikan saja, begitu. Nanti kalau itu terjadi orang akan takut ke masjid," tegasnya.

Namun, perlu digaris bawahi, bicara tentang politik di sini adalah yang menyangkut dengan kaidah agama dan sesuai dengan ajaran Alquran. Bukan yang menjurus pada kampanye atau dukungan ke salah satu tokoh politik.

Dan sebaiknya, yang berbicara tentang politik di masjid bukanlah tokoh politikus yang akan mengikuti kontestasi Pemilu Kada atau Pilpres, namun tokoh agama yang sifatnya netral alias tidak memihak golongan manapun. Karena tujuannya adalah untuk menambah pengetahuan tentang berpolitik menurut pandangan Islam.

Satu hal lagi yang perlu diperhatikan, ceramah di masjid sangatlah diperlukan apapun materi yang dibicarakan. Namun tak membicarakan tentang perbuatan orang lain yang ujungnya akan menyinggung perasaaan orang tersebut.

Lantas, bagaimana menurut Anda?

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Copyright © 2018 LampuHijau.com - All rights reserved
Copyright © 2018 LampuHijau.com
All rights reserved
Tutup Iklan
hijab