Tutup Iklan
hijab
  
Prof. Dr. Ir. Suhono H. Supangkat Menginisiasi Sistem Jaringan Informasi "Smart City Initiatives Indonesia"

Prof. Dr. Ir. Suhono H. Supangkat Menginisiasi Sistem Jaringan Informasi "Smart City Initiatives Indonesia"

Nur AK
9 Nov 2017
Dibaca : 267x
Berawal dari persaingan IPTEK antar negara hingga muncul ide Smart City.

IPTEK (Ilmu Pengetahuan dan Teknologi) memang tidak pernah lelah berlari. Segala kemajuan IPTEK disadari mendapat perhatian lebih dan akan menjadi kunci awal pembangunan suatu negara.

Dari dulu, pada mata pelajaran IPS selalu digembor-gemborkan kata globalisasi. Apa itu globalisasi? Globalisasi merupakan proses integrasi internasional yang terjadi karena pertukaran pandangan dunia, produk, pemikiran, dan aspek-aspek kebudayaan lainnya tanpa memandang batas, sehingga mudah diakses secara berkala dan bersifat terbuka.

Sekarang ini, setiap negara sedang memajukan kualitas SDM-nya agar dapat menciptakan teknologi informasi yang baru. Kualitas SDM itu, dapat ditingkatkan melalu kemajuan pendidikannya. Apabila suatu negara tertinggal akan teknologi informasi, maka pembangunan di negara tersebut akan tertinggal dan tidak bisa bersaing dengan negara lain.

Alasan inilah yang menggerakkan Prof. Dr. Ir. Suhono H. Supangkat, guru besar Sekolah Teknik Elekro dan Informatika (STEI) ITB untuk menginisiasi sebuah sistem jaringan informasi di suatu kawasan tertentu, yang dikenal dengan Smart City Initiatives Indonesia.

Bukan setahun dua tahun, beliau mencetuskan ide mengenai Smart City tersebut. Tapi hal itu sudah beliau pikirkan sejak menjadi dosen di STEI ITB, dan selalu mengenalkan hal itu kepada mahasiswanya yang masih tingkat 1.

Bermula dengan pengembangan smartphone, ITB bekerja sama dengan sebuah perusahaan telepon genggam. Lalu Prof. Suhono dan tim kini mengembangkan sebuah jaringan informasi yang dapat dikelola oleh pejabat pemerintahan yaitu walikota, lembaga, dan masyarakat umum. Sistem ini berguna untuk mengontrol sumber daya yang ada di suatu kota sehingga bisa dikelola secara efektif sebagai bentuk pelayanan terhadap masyarakat setempat.

"Pada prinsipnya, walikota itu apa sih? Kerjanya harus mengetahui persoalan warganya kan? Mulai dari sampah, mengenai kemiskinan, kesehatan, dia harus bisa mendeteksi kondisi warganya," jelas Prof. Suhono mengenai latar belakang munculnya ide Smart City ini.

Beberapa tahun ke belakangan, di Indonesia mengenal istilah blusukan. Kegiatan blusukan identik dilakukan oleh para pejabat pemerintahan untuk terjun langsung melihat kondisi masyarakat di lokasi-lokasi tertentu. Dan blusukan tersebut dapat ditelusuri hanya dengan menggunakan Smart City.

"Pertama, dilakukan dengan proses sensing. Sensing itu adalah mengetahui, di situ banjir, di situ macet. Kemudian setelah mengetahui, ada proses understanding, yaitu mengerti dan memahami "what's wrong about our citizen?". Setelah itu, dia (walikota-red) harus bisa mengambil tindakan (acting), apakah dengan menambah jumlah rumah sakit atau biaya di rumah sakit. Itu tindakan setelah dia mengetahui kondisi-kondisi," ungkap Prof. Suhono lebih lanjut.

Smart City adalah konsep untuk menyajikan informasi keadaan suatu kota secara komprehensif dan real time. Informasi tersebut selanjutnya dapat diakses melalui sebuah controlling room. Tujuannya agar walikota dapat mendapatkan informasi secara langsung, tidak dari "pembisik", dan dapat mengakses informasi sebanyak-banyaknya dalam waktu yang singkat dan cepat. Usaha yang sebelumnya dilakukan  terjun langsung ke lapangan bisa diwakilkan dengan sistem sensor yang diaktifkan di berbagai tempat.

Prof. Suhono berharap, dengan teknologi tersebut dapat mendukung pembangunan yang transparan dan berkelanjutan. Dapat menyokong transparansi data yang minim akan manipulasi, dan data dapat terkelola dengan baik, walikota dan jajarannya pun dapat memiliki data yang lengkap baik tentang kondisi masa lalu dan kini, guna untuk memprediksi kondisi di masa depan.

Dari ulasan tersebut, Prof. Suhono sendiri optimis bahwa teknologi ini akan didukung oleh pemerintah baik lokal maupun nasional. Tim yang dipimpin oleh Prof. Suhono juga telah beberapa kali menjalin komunikasi dengan pemerintahan kota antara lain Jakarta, Bandung, Bogor, dan Makassar. Konsep ini memang sudah siap diaplikasikan di kota-kota tersebut dan menarik perhatian para walikota untuk mengembangkan sistem ini di kota mereka.

Inilah salah satu konsep teknologi informasi yang mendukung pembangunan berkelanjutan untuk Indonesia yang lebih baik.

Apakah konsepmu untuk membangun Indonesia?

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Copyright © 2018 LampuHijau.com - All rights reserved
Copyright © 2018 LampuHijau.com
All rights reserved
Tutup Iklan
belireview