Program Belt and Road Initiative (BRI) Menyatukan Indonesia dengan Tiongkok

Program Belt and Road Initiative (BRI) Menyatukan Indonesia dengan Tiongkok

Nur AK
17 Nov 2017
Dibaca : 432x
Indonesia perlu terlibat secara proaktif dalam program BRI.

LampuHijau - Program Belt and Road Initiative (BRI) merupakan program untuk meningkatkan kerja sama ekonomi antara Indonesia dan Tiongkok. BRI dinilai merupakan kunci untuk mempercepat arus investasi langsung dari Tiongkok ke luar negeri. Hal itu dilakukan untuk pengetatan arus modal keluar. Kebijakan ini lebih diarahkan untuk jangka pendek dan dianggap tidak akan berpengaruh negatif terhadap tren investasi Tiongkok dalam jangka panjang.

Presiden Tiongkok Xi Jinping telah berupaya meyakinkan bahwa Tiongkok akan tetap melanjutkan investasinya di dalam berbagai sektor kunci di seluruh dunia, dengan anggaran investasi sebesar USD 750 miliar melalui Overseas Direct Investment (ODI) dalam periode lima tahun mendatang.

Program BRI diyakini akan mendorong kemajuan program ODI Tiongkok, yang fokus pada perbaikan pembangunan infrastruktur dan konektivitas jaringan mencakup lebih dari separuh jumlah penduduk dunia dan merupakan 29% dari nilai PDB untuk Asia, Eropa dan Afrika. Peningkatan konektivitas diharapkan akan membuka lebih banyak peluang pasar baru bagi perusahaan-perusahaan Tiongkok, serta menunjang upaya peningkatan perdagangan, investasi dan arus modal pada skala global.

BRI membawa serangkaian peluang baru bagi investasi luar negeri, terutama melalui berbagai proyek pembangunan infrastruktur di Asia yang mencakup konstruksi lajur jalan, jalur kereta api, jembatan dan pelabuhan.

Setelah beberapa dekade silam, investasi asing di Indonesia didominasi oleh upaya perolehan sumber daya alam, saat ini Selama tahun 2016, sejumlah USD 14,53 miliar telah diinvestasikan di negara-negara yang berpartisipasi dalam program BRI, dengan tingkat pertumbuhan ODI yang melaju pada 44,1%.

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengindikasikan bahwa nilai ODI Tiongkok di Indonesia selama periode Januari sampai September 2016 tumbuh hampir mencapai 300% dibandingkan dalam periode yang sama di tahun 2015.

Sejalan dengan kebutuhan Indonesia yang mencapai lebih dari USD 400 miliar untuk menutupi kesenjangan di sektor infrastruktur dalam periode lima tahun ini, Presiden Joko Widodo telah bertekad untuk melaksanakan transformasi dalam iklim investasi melalui peningkatan yang signifikan dalam investasi untuk proyek-proyek pembangunan infrastruktur, dengan perolehan USD 68 miliar dari Tiongkok serta tambahan USD 6 miliar dari Jepang pada tahun 2015.

Terkait penetapan kebijakan Nawacita yang menjabarkan Sembilan Prioritas Pembangunan, Pemerintah Indonesia telah menetapkan pembangunan di sektor infrastruktur sebagai area fokus utama pertumbuhan, serta menjabarkan daftar beberapa proyek infrastruktur utama di seluruh Indonesia.

Proyek infrastruktur tersebut meliputi pelabuhan laut, bandar udara, jalan tol, MRT, LRT, tol laut dan pembangkit tenaga listrik. Sebagian dari proyek-proyek tersebut memiliki kaitan dengan keberlanjutan produksi sumber daya alam maritim dan karenanya diharapkan dapat menunjang industri maritim dalam upaya peningkatan pembangunan ekonomi nasional.

Proyek-proyek investasi berskala besar di sektor infrastruktur umumnya memerlukan dukungan modal yang kuat, sedangkan perolehan pendanaan seringkali merupakan tantangan bagi sebagian besar negara-negara Asia. Terkait hal ini, Skema BRI diharapkan dapat membantu perolehan dukungan finansial yang dibutuhkan dari sektor perbankan penentu kebijakan yang didukung Tiongkok.

Kemitraan dalam skema BRI memberi manfaat bagi Indonesia, tidak hanya bagi peningkatan hubungan dengan Tiongkok, tetapi juga bagi keberlangsungan pendanaan untuk proyek-proyek pembangunan infrastruktur nasional.

Ketua BKPM mengatakan bahwa Indonesia perlu terlibat secara proaktif dalam program BRI agar dapat menjadi yang terdepan dalam pertumbuhan ekonomi saat ini, terutama dalam ruang lingkup ASEAN.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Copyright © 2019 LampuHijau.com - All rights reserved
Copyright © 2019 LampuHijau.com
All rights reserved