Regulasi U-23 PSSI Bikin Karir Penjaga Gawang Mitra Kukar Riki Pambudi Bersinar

Regulasi U-23 PSSI Bikin Karir Penjaga Gawang Mitra Kukar Riki Pambudi Bersinar

Admin
25 Nov 2017
Dibaca : 449x
Kalau tidak ada Regulasi U-23 Riki Cuma jadi Cadangan terus

Lampuhijau.com - Regulasi U-23 yang diterapkan PSSI pada kompetisi musim lalu menjadi berkah tersendiri untuk pemain muda. Tak terkecuali bagi penjaga gawang Mitra Kukar, Riki Pambudi. Pemain kelahiran Loa Kulu, Kukar itu beberapa kali dipercaya tampil sebagai starter. 

Meski belum tampil sesuai harapan Naga Mekes, setidaknya pemain yang juga anggota Polri itu telah menunjukkan, bahwa dirinya punya potensi gemilang di masa mendatang.

Ya, Riki Pambudi punya potensi yang siap meledak kapan saja. Sebagai pemain, dia memiliki semua yang dibutuhkan seorang kiper. Postur tinggi dibarengi dengan skill mumpuni, keduanya ada pada diri Pambudi. Usianya kini baru menginjak 21 tahun, tidak menutup kemungkinan tiga atau empat tahun lagi, dia merupakan salah seorang kiper inti di timnya.

Namun demikian, untuk mencapai top level, Pambudi tak bisa hanya duduk diam. Selain skill dan postur tinggi, dia membutuhkan mental tebal. Mental hanya akan terasah jika dia mendapatkan jam terbang tinggi. Di Mitra Kukar musim lalu, Pambudi harus bersaing ketat dengan Geri Mandagi, Joko Ribowo, Ravi Murdianto hingga pelatihnya sendiri, Joice Sorongan. Jika tanpa regulasi U-23, Pambudi bisa dipastikan duduk di tribune sepanjang musim.

Namun demikian, Pambudi layak bersyukur karena dia berkesempatan tampil reguler. Dia mendapatkan 378 menit bermain di tim musim lalu. Meski akhirnya dia harus duduk manis setelah regulasi U-23 dicabut, Pambudi telah membuktikan dia punya potensi besar. Mungkin bukan sekarang, tapi tiga sampai empat tahun lagi baru bisa ditunjukkannya.

Hal itu diakui oleh pelatih kiper Naga Mekes, Joice Sorongan. Joice menilai, Pambudi punya potensi bagus di masa depan. Postur dan skill-nya bisa dikatakan ideal. Persoalan yang harus dibentuk mulai saat ini adalah mental. Joice mengakui, tak mudah untuk menjadi penjaga gawang di usia muda. Apalagi harus bersaing dengan kiper yang lebih senior. 

“Saya pribadi butuh waktu enam tahun untuk menggeser kiper utama sewaktu bermain dulu. Kesabaran sangat dibutuhkan untuk mencapai level terbaik, dari segi skill saya melihat itu ada pada Pambudi,” kata Joice.

Kapten tim Bayu Pradana yang merupakan rekan sekamar Pambudi berkomentar serupa. Bayu mengatakan, Pambudi bisa jadi kiper besar suatu hari nanti. Dengan syarat, punya mental baja, tak banyak mengeluh dan mau menerima masukan. “Pambudi punya semua yang dibutuhkan seorang penjaga gawang. Tinggal mengasah mental dan punya jam terbang,” kata Bayu.

Sementara itu, Pambudi tak menampik bahwa penampilannya di tim musim lalu tak lebih dari sekadar pelengkap regulasi. Kendati demikian dia bersyukur karena bisa dipercaya mengawal gawang Naga Mekes. “Saya harus tetap bersyukur dengan apa yang saya dapatkan musim lalu,” terangnya.

Disinggung soal masa depannya di tim, Pambudi tak berani berspekulasi. Tapi dia mengisyaratkan mencari tim yang bisa memberinya jam terbang, meskipun harus bermain di Liga 2. “Saya sendiri belum memutuskan masa depan saya di tim. Tapi jika ada tawaran yang member saya sedikit jaminan tampil, saya akan coba pertimbangkan,” pungkasnya. 

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Copyright © 2019 LampuHijau.com - All rights reserved
Copyright © 2019 LampuHijau.com
All rights reserved