Robert Mugabe Akhirnya Turun Tahta Presiden

Robert Mugabe Akhirnya Turun Tahta Presiden

Admin
23 Nov 2017
Dibaca : 527x
Sang buaya, Emmerson Mnangagwa yang akan Menggantikannya

HARARE – Sang buaya, Emmerson Mnangagwa, akhirnya muncul ke permukaan. Setelah keberadaannya sempat tidak diketahui setelah dipecat Presiden Zimbabwe Robert Mugabe awal bulan lalu, kemarin (22/11) sekitar pukul 18.00 waktu setempat dia dijadwalkan mendarat di Pangkalan Udara Manyame, Harare, Zimbabwe. Mnangagwa tidak hanya pulang dari pelarian. Dia juga datang sebagai pengganti Mugabe yang akhirnya bersedia mengundurkan diri.

Pemecatan pria 75 tahun itulah yang memicu kisruh politik di Zimbabwe. Mnangagwa dijuluki buaya karena insting politiknya tajam. Dia menunggu dengan sabar, lalu menyerang dengan cepat. Tampaknya, tekanan terhadap Mugabe untuk segera mundur merupakan salah satu bukti ketajaman strategi politik Mnangagwa. Rencananya, Mnangagwa dilantik sebagai orang nomor satu di negara bekas koloni Inggris tersebut besok.

Namun, banyak pihak yang menilai bahwa Zimbabwe tidak akan banyak berubah di bawah kepemimpinan Mnangagwa. Dia dianggap sama kejinya dengan Mugabe dan terseret dalam beberapa pelanggaran HAM. Mnangagwa terlibat dalam pemusnahan para pemberontak pada pertengahan 1980-an yang mengakibatkan sekitar 20 ribu warga sipil tewas. Saat itu Mnangagwa bertugas sebagai kepala keamanan dalam negeri.

’’Masa lalu yang gelap itu tidak bakal menghilang begitu saja. Mereka akan mengikutinya seperti segumpal permen karet yang menempel di sepatunya,’’ ujar Piers Pigou, konsultan senior International Crisis Group untuk wilayah Afrika.

Apa pun itu, penduduk tetap saja bersukacita. Bagi mereka, yang terpenting saat ini adalah lepas dari Mugabe dan mendapat pemimpin baru. Mereka sudah lelah menderita selama tiga dekade kepemimpinan suami Grace tersebut.

Mugabe mengirimkan surat pernyataan pengunduran dirinya pada Selasa (21/11) kepada parlemen. Surat itu dikirim ketika parlemen memulai pemakzulan Mugabe. ’’Saya memutuskan mundur secara sukarela dan didasarkan kekhawatiran saya atas kemakmuran rakyat Zimbabwe dan keinginan untuk memastikan transfer kekuasaan yang damai dan tanpa kerusuhan,’’ tulis Mugabe dalam penggalan surat pengunduran dirinya.

Setelah pengunduran diri tersebut diumumkan, banyak warga yang menari di jalan, membunyikan klakson mobil, dan menunjukkan berbagai luapan kegembiraan lainnya. Beberapa penduduk menjuluki hari mundurnya Mugabe sebagai Hari Kemerdekaan. ’’Sejak dilahirkan, saya tidak pernah berpikir bahwa saya bakal melihat hari ini,’’ ucap penduduk Harare, Anthony Mutambirwa. (Reuters/Al Jazeera/CNN/sha/c14/any)

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Copyright © 2021 LampuHijau.com - All rights reserved
Copyright © 2021 LampuHijau.com
All rights reserved