Rusunami Benhil 2: Tampak Cantik dari Depan, Belum Tentu Adem di Dalamnya

Rusunami Benhil 2: Tampak Cantik dari Depan, Belum Tentu Adem di Dalamnya

Nur AK
21 Maret 2018
Dibaca : 489x
Untuk diketahui, awalnya rusunami tersebut diperuntukkan bagi korban kebakaran yang tinggal di lokasi sekitar rusunami sebagai tempat tinggal pengganti.

Bangunan tinggi menjulang dihiasi dengan beragam cat layaknya pelangi jika dipandang dari depan, yang tak lain adalah rumah susun sederhana milik (rusunami) Bendungan Hilir (Benhil) disulap menjadi terlihat sangat mencolok dan indah jika dilihat dari luar. Kita dapat menemui bangunan itu ketika sedang melintasi kawasan Jakarta Pusat.

Hunian tersebut padahal adalah rumah susun sederhana. Yang sekarang ini terkenal dengan sebutan rusun pelangi atau rusun Benhil 2.

Dilansir dari Merdeka.com, menurut penjelasan dari Ketua RW 08 Sommy. Rusun Benhil 2 pada mulanya dikira hanya akan dicat dengan satu warna, ternyata pada eksekusinya dicat dengan berbagai warna. Program pengecatan tersebut merupakan program RW sebelumnya yang bekerjasama dengan perusahaan cat PT Propan Raya ICC dibawah naungan program Corporate Social Responsibility (CSR) dan pemprov DKI Jakarta. Jadi sebenarnya, pemerintahlah yang mengurusi program tersbeut.

Ia memang termasuk ketua RW baru yang baru dilantik sebagai ketua RW 08 pada Desember 2017. Sebelum ia diangkat, proses pengecatan rusunami pun sudah berlangsung selama kurang lebih satu bulan dari pertengahan Oktober hingga November 2017, namun itu yang terletak di Jalan Penjernihan 1. Pengecatan tersebut bertujuan untuk mempercantik tampak bangunan rusunami sendiri.

Kendati hanya dilakukan pada satu sisi saja yakni bagian depan dan hanya satu tower, bangunan yang telah dibangun sejak 1994 itu menuai aksi protes warga penghuninya. Dari total 3 tower yang ada, yakni A, B dan C, hanya di bagian sisi depan blok A saja yang sudah dipercantik.

Petugas administratif rusunami Benhil 2, Budi pun melayangkan komentarnya terkait aksi penghuni rusun pelangi tersebut, namun tidak bisa berbuat apa-apa. Sebab pemerintahlah yang memegang kuasa mengurusi rusunami tersebut. ia mewakili seluruh penghuni yang protes, berharap pengecatan bisa dilakukan di seluruh sisi rusun pelangi tersebut. Sehingga tak lagi terkesan kumuh dan suram.

Untuk diketahui, awalnya rusunami tersebut diperuntukkan bagi korban kebakaran yang tinggal di lokasi sekitar rusunami sebagai tempat tinggal pengganti.

Tetapi, saat ini kondisinya telah berubah dan tak sesuai dengan tujuan awal. Rusunami ini tidak lagi dihuni oleh warga asli, melainkan warga baru yang menyewa bahkan membeli unit rusunami. Biaya sewa biasanya ditentukan oleh pemilik rusunami. Begitulah penjelasan tambahan dari Budi.

Bahkan, parkirannya pun dipenuhi dengan mobil-mobil mewah milik penghuni baru. Tak hanya untuk tempat tinggal saja, rusunami ini juga digunakan untuk berdagang dan berbisnis oleh penghuninya.

Cukup kompleks ya masalah dan aktivitas di dalam rusunami tersebut. Rupanya, kecantikan dari depan itu menjadi pudar lantaran banyak sekali masalah yang melilit di dalamnya.

Budi hanya bisa berharap untuk ekdua kalinya, selama masih dalam lingkungan rusunami, pihaknya tidak pernah melarang penghuni yang berjualan ataupun berbisnis. Asalkan mereka mau membayar biaya, seperti biaya kebersihan itu yang paling utama.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Copyright © 2019 LampuHijau.com - All rights reserved
Copyright © 2019 LampuHijau.com
All rights reserved