sabar

Sabar Itu Ilmu Tingkat Tinggi

Tonton Taufik
19 Okt 2017
Dibaca : 1671x
Belajarnya Tiap Hari, Latihannya Tiap Saat, Ujiannya Sering Mendadak, Sekolahnya Seumur Hidup

Sabar adalah cahaya. Dia adalah penghibur hati yang sedih, kalut, dan panik. Kesabaran adalah sifat yang terpuji dan mulia. Ia membuat seorang mukmin berjiwa teguh dan pantang mengeluh. Sabar begitu agung hingga Allah menjanjikan pahala tanpa batas bagi orang yang mampu bersabar.

"Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang disempurnakan pahalanya tanpa batas." (QS. Az Zumar: 10)

Ada 3 angkatan sabar:
1) Sabar atas musibah yang menimpa. Meski pahit-getir terasa, namun seorang mukmin mampu melewati ujian dengan senyum dan kerelaan.

2) Sabar atas ketaatan kepada Allah. Seperti bangun di malam hari untuk tahajud saat enak terlelap tidur. Juga seperti ibadah shaum yang sedang kita jalani.

3) Sabar atas maksiat. Mampu bertahan dan menolak ajakan maksiat meski ia berkuasa untuk melakukannya.

Seorang wanita meratap di atas kubur anaknya. Rasul menyuruhnya bersabar namun ia malah membentak dengan berkata, "Usah ikut campur!"

Wanita itu tidak tahu bahwa orang yang ia bentak adalah Rasul. Ia malu lalu menemui Rasul di rumahnya. Ia meminta maaf kepada beliau.

Rasul berpesan kepadanya, "Sabar itu terlihat pada pukulan pertama!" Maksudnya manusia bisa terlihat sabar / tidak saat musibah menimpanya.

Allah berfirman, "Wahai orang yang beriman, bersabarlah dan perkuatlah kesabaran di antara kalian, dan siap-siagalah, serta bertakwalah kepada Allah, agar kamu sekalian memperoleh kemenangan." (QS. An-Nisaa : 200)

Rasul bersabda tentang kaitan ibadah puasa dengan kesabaran, “Puasa itu adalah separuh kesabaran.” (HR Ibnu Majah)

Puasa berperan menjadi pengawal bagi orang yg berpuasa. Dengan itu ia tidak boleh mengumpat, mencaci, memfitnah, marah, berkelahi, dan sebagainya.

Hasil dari kesabaran akan kita lihat dari ganjaran yg telah Allah siapkan. Allah menjanjikan hasil yang jauh lebih baik yang bisa didapatkan di dunia atau akhirat (QS. An-Nahl:96).

Proses bersabar seperti meniti jalan dalam lorong gelap yang begitu panjang. Andai saja tidak ada sinar terang diujung lorong, pasti hidup kita akan berkesudahan. 

Sinar terang itulah yang menjaga semangat tetap hidup, hingga kita menemukannya lalu digapailah kebahagiaan.

Sebab itu Rasul shalallahu 'alaihi wassalam menyebut sabar dengan cahaya (HR.Bukhari).

Sabar adalah salah satu ciri seorang pemimpin. Dengan kesabaran dan keteguhan kepemimpinan yang sukses akan terbangun (QS. As-Sajdah:24).

Pelajaran penting dari perjumpaan Musa dan Khidir adalah bahwa menuntut ilmu perlu banyak kesabaran (QS Al-Kahf:67).

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Copyright © 2019 LampuHijau.com - All rights reserved
Copyright © 2019 LampuHijau.com
All rights reserved