Sampah Organik dari Limbah RT Penuhi Teluk Muara Angke, Bagaimana dengan Ekosistem di Sana?

Sampah Organik dari Limbah RT Penuhi Teluk Muara Angke, Bagaimana dengan Ekosistem di Sana?

Nur AK
19 Maret 2018
Dibaca : 510x
Diperlukan waktu sekitar seminggu untuk menjadikan wilayah tersebut bersih dan bebas dari sampah.

Pemandangan tak menyedapkan mata terjadi di kawasan hutan mangrove Teluk Muara Angke. Hari Minggu (18/3), teluk tersebut dipenuhi dengan berbagai jenis sampah organik maupun anorganik. Namun, keliahatannya sampah anorganis lebih mendominasi. Pasalnya banyak sekali sampah tersebut terapung di permukaan air laut.

Beribu sampah dengan massa jenis lebih rendah daripada air laut itu dibersihkan dan diangkut oleh lebih kurang 100 petugas Suku Dinas Lingkungan Hidup Kepulauan Seribu. Mereka dikerahkan untuk membersihkan genangan sampan yang sebagian besar merupakan limbah rumah tangga.

Diperlukan waktu sekitar seminggu untuk menjadikan wilayah tersebut bersih dan bebas dari sampah. Karena jumlahnya sekitar 16 ton menguasai area 1.000 meter persegi.

Konon, asal muasal sampah tersebut karena terbawa angin barat dan disebabkan oleh banjir rob. Setelah kasawasan tersebut terbebas dari sampah, rencanya akan dimanfaatkan sebagai hutan mangrove.

Mengetahui kejadian tersebut, Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menegaskan pihak dinas kebersihan harus ekstra hati-hati dalam membersihkan sampah di kawasan hutan mangrove. Apabila ada alat berat yang mau masuk untuk mempercepat kinerja, harus dalam pengawasan ketat dan diperlukan koordinasi. Jadi tidak sembarangan. Pemprov DKI berserta dinas kebersihan akan melakukan rapat intens terkait solusinya.

Karena bukan hanya hutan mangrove saja yang hidup di perairan itu, berbagai ekosistem dan juga biota laut juga turut memberikan kebermanfaatan untuk menunjang ekosistem hutan mangrove agar lebih lestari.

Seharusnya kejadian tersebut membuat kita tertampar, bahwa kita juga hars menjaga kelestarian dan kebersihan lingkungan. Bukan hanya tugas pemerintah saja untuk mengatasi hal itu. Terlebih pemerintah kan hanya mengfasilitasi adanya perbaikan lingkungan, nah kita sebagai makhluk penghuni bumi harusnya lebih menjaga tempat tinggal kita dong. Kalau sudah terjadi bencana yang lebih dahsyat lagi, semuanya akan kembali pada  aktivitas kita yang telah dilakukan di bumi ini. Pastinya kita tidak mau kan?

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Copyright © 2019 LampuHijau.com - All rights reserved
Copyright © 2019 LampuHijau.com
All rights reserved