SAR Gunakan Alat Canggih untuk Mendeteksi Bangkai KM Sinar Bangun

SAR Gunakan Alat Canggih untuk Mendeteksi Bangkai KM Sinar Bangun

Nur AK
24 Jun 2018
Dibaca : 365x
Alat utama SAR itu langsung didatangkan dari Tanjung Pinang, Provinsi Kepulauan Riau.

Badan Search And Rescue (SAR: Pencari dan Penyelamat) Nasional telah menurunkan alat utamanya yang diketahui merupakan teknologi canggih guna mengidentifikasi keberadaan bangkai Kapal Motor (KM) Sinar Bangun di Perairan Danau Toba, Sumatera Utara, Sabtu (23/6/2018). Alat utama SAR itu langsung didatangkan dari Tanjung Pinang, Provinsi Kepulauan Riau.

Alat canggih tersebut adalah 2 unit Multibeam Scanning Sonar, yang memiliki daya selam masing-masing 600 meter (multibeam echosounder dan hydros) milik TNI AL, dan 2.000 meter (multibeam side scan sonar) yang berukuran besar.

Menurut laporan dari Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI M Syaugi menjelaskan alat tersebut baru bisa digunakan untuk melihat keberadaan kapal. Jika kedalamannya tak lebih dari 2000, pasti bisa terdeteksi. Pasalnya, hingga saat ini belum ditemukan lagi korban penumpang KM Sinar Bangun yang tenggelam sejak Senin (18/6/2018). Baru ada 21 korban yang ditemukan, dan masih ada 170 korban yang masih dinyatakan hilang sampai saat ini.

Pihaknya berharap, dengan diturunkannya alat ini bisa memberikan petunjuk baru terkait pencarian dan evakuasi seluruh korban.

Hal yang tak terduga, tim SAR gabungan menemukan fakta baru tentang kedalaman Danau Toba lebih dari data sebelumnya, karena pihaknya mencoba menggerakkan alat Scan Sonar dengan jarak deteksi 600 meter.

"Padahal saya lihat di peta keselamatan maksimal Danau Toba 550 meter, ternyata setelah didalami melebihi 600 meter," ungkapnya.

Syaugi menjelaskan tahapan pencarian korban hingga mengevaluasinya tahap demi tahap sejak hari pertama.

"Penyelam maksimal cuma 50 meter. Setelah hari ketiga kita gunakan Remote Operated Vehicle (ROV) jarak 300 meter juga belum bisa melihat. Kemudian kita gunakan lagi alat multibeam scanning sonar yang 600 meter juga tidak bisa melihat. Makanya kita datangkan lagi multibeam scanning sonar yang bisa mendeteksi jarak 2 ribu meter," jelasnya.

Sehubungan dengan tahap pencarian, keluarga korban mengaku kecewa kepada tim SAR dan relawan yang dinilai tidak maksimal. Namun, Syaugi menegaskan bahwa apa yang dilakukan Tim Basarnas sudah maksimal.

"Teman-teman media kan lihat sendiri, bagaimana kita upayakan pencarian. Kita terus upayakan. Itu jadi motivasi kami. Saya juga terus memantau di sini," pungkasnya.

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Copyright © 2019 LampuHijau.com - All rights reserved
Copyright © 2019 LampuHijau.com
All rights reserved