Tutup Iklan
ObatKolesterol
  
Sejumlah Ternak Domba Mati Misterius

Sejumlah Ternak Domba Mati Misterius

Nur AK
8 Jan 2018
Dibaca : 95x
Kematian hewan ternak milik warga yang terjadi pada Jumat (5/1/2018) subuh itu diduga diserang beberapa ekor anjing hutan atau ajak.

Warga Kampung Cikawung RT 03 RW 08, Kadusunan Cihideung, Desa Sindangraja, Kecamatan Curugkembar, Sukabumi, Jawa Barat, digegerkan dengan kematian tiga ekor ternak domba. Kematian hewan ternak milik warga yang terjadi pada Jumat (5/1/2018) subuh itu diduga diserang beberapa ekor anjing hutan atau ajak. Warga setempat menyebutnya sena.

Hal itu terungkap setelah seorang warga di Kadusunan Cihideung, tepatnya di Kampung Pasirwulung RT 01 RW 08, sempat melihat tiga ekor anjing keluar dari kandang domba miliknya, Jumat (5/1/2018) malam.

Di kampung tersebut, dua ekor ternak domba yang diserang adalah milik Ameng (53) dan Emul (45). Satu ekor di antaranya mati, sedangkan satunya selamat, tetapi mengalami luka pada pantat dan tengkuk.

"Pak Ameng melihat ada anjing hutan loncat dari dalam kandang. Yang terlihat ada tiga ekor," kata Kepala Desa Sindangraja, Anggi.

Menurutnya, setelah melihat ada anjing yang keluar dari kandang domba langsung dicek. Ternyata seekor domba mati dan satu ekor masih hidup dengan luka pada pantat dan tengkuk.

"Yang masih hidup langsung disembelih sama pemiliknya," tuturnya.

Sebelumnya sempat diberitakan, sebanyak tiga ekor ternak domba mati misterius di Kampung Cikawung RT 03 RW 08 Desa Sindangraja, Kecamatan Curugkembar, Sukabumi, Jawa Barat. Peristiwa itu diketahui para pemiliknya pada Jumat (5/1/2018) pagi. Ketiga ekor ternak domba yang mati itu milik Kusaeri (54) sebanyak dua ekor dan Abdul Wafa (34) sebanyak satu ekor.

Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Sukabumi, Iwan Karmawan, membenarkan telah terjadi kematian ternak domba secara misterius. Pihaknya masih menyelidiki kasusnya.

Sekretaris Desa Sindangraja, Deni Sukmaya, juga menambahkan, di sekitar wilayah desanya masih terdapat lahan hutan pinus milik Perum Perhutani dan di desa tetangga terdapat hutan alam, seperti Gunung Sapu. Kemungkinan di dalam hutan tersebut hidup hewan pemangsa yang memakan domba milik warga setempat.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Copyright © 2018 LampuHijau.com - All rights reserved
Copyright © 2018 LampuHijau.com
All rights reserved
Tutup Iklan
powerman