Selain Prabowo, Banyak Syarat yang Harus Dimiliki Penantang Jokowi

Selain Prabowo, Banyak Syarat yang Harus Dimiliki Penantang Jokowi

Nur AK
27 Feb 2018
Dibaca : 274x
Pengamat Politik dari Universitas Padjajaran, Firman Manan mengkritik tentang koalisi penantang Jokowi akan lebih cair apabila Gerindra tidak mengusung Prabowo Subianto.

Saat ini, sedang digegerkan mengani lawan Jokowi dalam Pemilu 2019. Pengamat Politik dari Universitas Padjajaran, Firman Manan mengkritik tentang koalisi penantang Jokowi akan lebih cair apabila Gerindra tidak mengusung Prabowo Subianto.

Menurutnya, munculnya capres alternatif akan membuat Pilpres 2019 menjadi menarik. Memang ia akui, menurut hasil survei sejauh ini penantang terberat Jokowi adalah Prabowo. Namun ia menegaskan  bukan tak mungkin calon alternatif nanti bisa mengalahkan elektabilitas Prabowo bahkan Jokowi jika dimunculkan.

Pasalnya, ia mengatakan, jika Prabowo maju ada dua problem psikologis yang harus dihadapi partai kubu oposisi. Pertama Prabowo sudah dua kali kalah dalam pilpres. Ini bisa mengganggu psikologis pemilih, sosok sudah dua kali bertanding dalam Pilpres, ini bisa jadi problem. Kedua persoalan logistik, kita belum tahu persiapan Prabowo dalam konteks logistik. Lantaran, di beberapa momen terakhir, Pak Prabowo mengeluh soal logistik.

Persoalan logistik ini memang sangat penting, sehingga diharapkan ada calon alternatif yang kuat logistiknya untuk diusung menggantikan Prabowo.

Selain itu, perkara elektabilitas, popularitas, dan biaya politik harus dipikirkan dalam melawan petahana. Kepopuleran untuk bisa melawan Jokowi juga membutuhkan kapasitas serta pengalaman yang mumpuni.

"Kalau lihat nama-nama (penantang) itu masih berat untuk bisa lawan Jokowi jadi capres. Mereka itu kemungkinan levelnya cawapres. Kaya Cak Imin figur-figur di PKS, AHY walaupun popularitas tinggi, tapi kan kapasitas personal, track record misalnya AHY bagaimana pengalaman kepemimpinan yang kurang, apalagi politisi sipil, kalau untuk cawapres nama-nama itu berpeluang, tapi untuk diusung capres apalagi melawan Jokowi sebagai petahana berat nama-nama itu," tutup Firman.

Firman menduga, dari hasil pengamatannya, tidak ada calon alternatif selain Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Menurutnya, elektabilitas Anies masih sangat mungkin naik ketimbang Prabowo yang tidak memiliki jabatan publik dan jarang diberitakan media massa. Selain mengurus Jakarta, Anies sempat mengalami insiden yang membuatnya viral saat final Piala Presiden di GBK.

"Dia memang berada dalam posisi strategis untuk mendapat ekspos media. Ini juga masalah buat Prabowo, sampai saat ini seakan stagnan karena memang salah satu problemnya kelihatan belum bisa dapat momentum terekspos oleh media sehingga muncul di publik kalau Pak Anies sebagai Gubernur DKI dia berada pada wilayah itu," tutur Firman.

Terkait nama lain yang diusulkan oleh partai di luar Jokowi, seperti AHY, Cak Imin, Zulkifli Hasan dan Sohibul Iman, kata Firman, menurutnya belum mampu mengalahkan elektabilitas dan kapasitas Anies Baswedan.

 

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Copyright © 2019 LampuHijau.com - All rights reserved
Copyright © 2019 LampuHijau.com
All rights reserved