Seleksi Penerimaan Pilot Tinggi, tapi Malahan Banyak yang Nganggur

Seleksi Penerimaan Pilot Tinggi, tapi Malahan Banyak yang Nganggur

Nur AK
25 Jan 2018
Dibaca : 513x
Sekolah Penerbangan harus intropeksi diri.

Ditengah-tengah kasus meruginya maskapai pelat merah, garuda Indonesia, yang salah satu faktor pemicu kerugiannya adalah kekurangan jumlah pilot. Indonesia malahan dirundung kabar banyak pilot yang menganggur.

Hal serupa juga dialami oleh Direktur Operasi Lion Air atau Managing Director Lion Group Daniel Putut, ia menyebutkan pihaknya membutuhkan sekitar 300 pilot pada 2017. Namun, kebutuhan pilot tersebut belum terpenuhi.

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menjelaskan penyebab tingginya jumlah pilot yang menganggur tersebut tidak hanya persoalan kompetensi, namun terkait juga dengan jumlah pesawat yang dioperasikan maskapai penerbangan di Indonesia.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menceritakan, saat ini tingkat pertumbuhan penumpang penerbangan mencapai kisaran 9 persen per tahun. Tetapi, tingkat pertambahan pesawat di Tanah Air justru lebih rendah, yakni di kisaran 5 persen per tahun.

Budi Karya juga menjelaskan terkait sekolah pilot di Tanah Air. Menurutnya, sekarang total ada 18 sekolah pilot di Tanah Air dengan kemampuan melahirkan 50 pilot per tahun per sekolah. Artinya, dapat diperkirakan ketersediaan pilot tiap tahun membeludak hingga 900 orang.

Rupanya, salah satu kendalanya bukan masalah kualifikasi pada pilot pemula, baik lulusan sekolah penerbangan luar negeri maupun dalam negeri. Kebanyakan peserta tes di Lion Group, gagal dalam proses ujian tertulis serta wawancara. Sebagai contoh, kualifikasi yang harus dipenuhi oleh seorang pilot adalah memiliki pengetahuan dalam hal airlaw atau hukum udara, nilai TOEIC mencapai 700, memiliki pengetahuan penerbangan dan kinerja yang baik.

Daniel mengungkapkan, pada tahun 2017 kebutuhan pilot di Lion Group adalah 300, tapi yang terpenuhi pada Juni 2017 hanya 55 orang. Lalu, Desember 2017 kemarin buka lagi dan baru dapat yang lulus murni saja cuma 2 orang.

Ia sangat berharap, adanya kasus kekurangan pilot di beberapa maskapai itu bisa membuat sekolah penerbangan untuk introspeksi akan capaian skill dan pengetahuan bagi seorang pilot.

 

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Copyright © 2019 LampuHijau.com - All rights reserved
Copyright © 2019 LampuHijau.com
All rights reserved