Tutup Iklan
ObatKolesterol
  
reuni 212

Siapa yang Jadi Provokator? Mengapa Pemerintah Takut Sekali Gerakan Umat Islam?

Admin
1 Des 2017
Dibaca : 2267x
Pemerintah kali ini seperti anti terhadap segala macam aksi, padahal katanya dulu, Jokowi suka sekali di protes.

SIAPA YANG JADI PROVOKATOR 

Sy tak ikut 212 besok, sebab skrg sy otw bandung n sdh 1 jam macet di cikunir. Tapi sy dukung gerakan itu, sbb itu bagian dari cara masyarakat mengaspirasikan pemikirannya. 

N khusus utk yg muslim, mereka bersilaturrahmi, sesuatu yg dianjurkan dalam agama. 

Sy heran serta kaget membaca statement2 pejabat2 anggota kabinet pak presiden yg terhormat. Pak Lukman Saifudin sang menag mengatakan bhw 212 itu TUJUANNYA TAK JELAS. 

Kapolri jenderal Tito mengatakan bhw ujung2nya 212 itu gerakan politik. Lalu bbrp pengamat n politisi juga mengeluarkan statement rancu. 

Arbi Sanit (yg sdh lansia itu 😔) mengatakan bhw gerakan 212 itu bayaran, katanya tak mungkin org bisa dimobilisasi sebanyak itu tanpa ada yg membayar (pak Arbi ini atheiskah? Sampai tak percaya kekuatan Tuhan?) 

Walkot Bandung melarang warganya utk menghadiri kegiatan 212. IAIN Kendari akan memberikan sanksi pd mahasiswa yg ketahuan mengikuti 212. 

Ada apakah dengan para pejabat? Apa tdk bisa membatasi mulutnya utk tidak mengatakan hal2 yg memicu pro kontra? Pak lukman itu sudah bolak balik mengeluarkan statement yg meresahkan. Pak Tito juga. 

Kenapa begitu? Bukannya sbg pejabat mestinya menentramkan rakyat dg statemen2 yg sejuk? Apakah memang saat ini S.O.P pejabat adalah MEMPROVOKASI RAKYAT TERUTAMA UMAT ISLAM? 

Apakah kita sdh tidak butuh stabilitas? Apa yg diharapkan porak poranda dg statement2 provokatif begitu? Indonesia? Umat Islam? Utk apa? Apa kalau negeri ini porak poranda lantas kita bahagia?? Kenapa umat Islam diminta utk menjaga NKRI tapi pejabatnya saban waktu memprovokasi umat Islam spy menjadi anarki? 

Sy hidup sejak jaman alm Soeharto. Sy tak katakan beliau pemimpin terbaik, namun di era beliau, kita tak temukan pejabat yg membacot asal jadi, apalagi provokatif. Kita dididik utk menjaga stabilitas NKRI. 

Tak ada antar lembaga saling menghancurkan spt yg terjd sekarang, tak ada penghina agama yg dibebaskan dari hukuman, tak ada polisi nyeleneh apalagi yg tegas mendukung non muslim n tegas mengkebiri yg muslim (ini adu domba kan? Mengadu domba antara muslim vs non muslim, padahal kita semua Indonesia). 

Klu anda baca tulisan ini n anda pejabat, tolong perbaiki performa anda ya. 

Jangn provokatif, n jangan berpihak. Paling tidak, kalau anda tak takut pd rakyat, takutlah pd Allah sbb Allah tdk menderita glukoma, jd pastinya anda dilihat saban hari. 

Kalau bos anda yg suruh, tolak dg tegas. Ingat, Allah menghadiahi anda lobus frontal yg fungsinya utk menimbang n berpikir. Setiap kalimat anda dicatat, n insyaAllah akan dihisab. 

Jadilah pejabat yg persuasif, bukan pejabat yg provokatif!!! 

Tabik 🙏 
(RK Hasibuan, neurologist)

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Copyright © 2019 LampuHijau.com - All rights reserved
Copyright © 2019 LampuHijau.com
All rights reserved
Tutup Iklan
hijab