Tutup Iklan
jus kulit manggis
  
Strategi Mental Pekerja yang Telat Berkarir

Strategi Mental Pekerja yang Telat Berkarir

Nur AK
26 Des 2017
Dibaca : 159x
Jika telat berkarier, jangan lantas mental jadi minder dan merasa malas.

Dilansir dari suara.com, Selasa (26/12/2017), seseorang yang telat berkarier belum tentu kalah dibandingkan mereka yang duluan masuk dunia kerja. Faktanya, orang yang lebih dulu berkarier nggak selalu lebih sukses daripada juniornya. Bahkan bukan tak mungkin si junior melesat melewati karier sang senior.

Jika telat berkarier, jangan lantas mental jadi minder dan merasa malas. Bagaimana mau mencatat prestasi kalau kondisinya seperti itu? Mari kita simak baik-baik, berikut ada 6 mental pekerja yang harus diterapkan agar tak kalah bersaing walaupun telat berkarier, di antaranya:

1. Jangan pernah minder

Walau telat berkarier, apalagi bos lebih muda, kita semestinya nggak minder di tempat kerja. Bersikap biasa saja, anggap semua orang di sana setara. Rasa minder bisa membuat orang jauh dari keberhasilan. Sebaliknya, kepercayaan diri akan mendorong kita lebih giat bekerja, nggak peduli orang di sekitar lebih tua atau lebih muda.

2. Saya pasti bisa!

Tekankan kata-kata motivasi itu dalam hidup. Jangan menyerah sebelum bertanding. Jadikan ganjalan dalam karier menjadi batu pijakan untuk melompat lebih tinggi. Motivasi pantang menyerah ini penting, agar kita selalu punya semangat maju dalam berkarier. Tanpa semangat, kerja bakal asal-asalan. Mana mungkin bisa sukses kalau nggak niat bekerja.

3. Tetap profesional

Di dunia kerja, usia bukanlah penentu level seseorang. Kapasitaslah yang menentukan siapa yang layak dihormati dan dijadikan tuntunan. Makanya, kita mesti tetap bersikap profesional jika mendapati bos lebih muda. Misalnya dengan tetap memanggilnya "Pak" atau "Bu", bukan sebut nama. Yang juga penting adalah bersikap profesional ketika mengerjakan tugas, misalnya selalu tepat waktu dan bisa bekerja sama dengan yang lain.

4. Lebih ulet

Lantaran terbilang telat berkarier ketimbang yang lain, kita sebaiknya lebih ulet dalam bekerja. Salah satu caranya, rela bekerja lebih daripada pegawai lain. Usaha yang lebih keras ini niscaya membawa kita lebih dekat ke level pekerja lain yang lebih dulu berkarya, atau justru melewati mereka. Atau bisa juga melakukan hal lain untuk mengasah skill, misalnya mengambil kursus online atau baca-baca artikel ynag menambah ilmu di internet.

5. Mau angkat tangan

Sebagai orang baru, nggak ada salahnya kita banyak bertanya dan memberi masukan di lingkungan kerja. Sikap proaktif seperti itu malah membuat kita lebih banyak tahu. Hanya, bukan berarti segala hal mesti ditanyakan. Itu malah membuat kita tampak tidak mampu mandiri. Proaktiflah ketika sedang dalam diskusi atau rapat. Tanyakan hal yang belum kita mengerti, sekaligus sumbangkan ide kepada perusahaan.

6. Buka hati dan kepala

Turunkan ego dan hindari sikap kerasa kepala ketika mendapat kritik yang membangun. Meski rekan kerja jauh lebih muda, kritik tetap layak didengarkan dan dipertimbangkan. Telat berkarier bukanlah penghalang menuju kesuksesan. Namun, jalan menuju ke sana bisa jadi lebih berliku.

7. Jangan malas

Seseorang yang malas tidak akan pernah mendapatkan apa yang mereka inginkan. Lakukan sekarang, jangan sering menunda-nunda.

 

Mental pekerja di atas bisa coba diterapkan ketika kita merasa telat dalam karier. Buat yang merasa kariernya jalan di tempat, bisa juga mempraktikkannya. Nggak ada yang nggak mungkin kalau kita mau mencoba, selagi masih ada niat dan kesempatan.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Copyright © 2019 LampuHijau.com - All rights reserved
Copyright © 2019 LampuHijau.com
All rights reserved
Tutup Iklan
ObatDiabetes