buzzer

Sudikah Uang Rakyat untuk Membayar Buzzer yang Sering Menghina Islam?

Admin
24 Feb 2021
Dibaca : 242x
cara pemerintah mengamankan kekuasaan, di jaman jokowi, uang rakyat untuk menggaji buzzer

Sejak 2014 Pilpres antara Joko Widodo dan Prabowo Subianto, makin keras saja persaingan di media online, salah satu kontestan, menyewa beberapa buzzer untuk menghabisi lawannya. Malahan sejak menjadi presiden, biaya buzzer yang mencapai 90 Milyar dibebankan ke pemerintah, artinya uang rakyat untuk membayar gaji buzzer-buzzer yang dipelihara pemerintah.

Buzzer-buzzer sekarang sering disebur BuzzeRp, karena mereka selalu bertentangan dengan rakyat, selalu membela pemerintah dan parta pendukung pemerintah. Hal ini terlihat dari buzzeRp yang tidak menyerang orang partai yang melakukan korupsi, walaupun korupsinya trilyunan. Bencana yang terjadi di daerah yang Gubernurnya orang partai pendukung, mereka akan bela mati-matian. Coba bayangkan, mereka dibayar oleh rakyat!

Jika jabatan pemerintah dipegang oleh oposisi, buzzer dengan gesit, membuat pernyataan-penyataan yang diluar nalar, bahkan menghina agama Islam pun dibolehkan, ini terbukti dari laporan dari rakyat terhadap ulah BuzzeRp tidak ada yang ditindak lanjuti. Sudah berapa banyak laporan terhadap Ade Armando, Deni Siregar dan Permadi Arya, tidak ada satupun tindakan dari kepolisian.

Berbeda dengan orang yang suka protes, sekali melakukan kesalahan, langsung ditahan, tanpa ampun, diambil pada malam hari, persidanganpun diundur-undur, tidak jelas waktunya, dengan alasan pelapor tidak hadir.

Kasus Ustad Maheer dan Permadi Arya hampir sama, malahan Permadi Arya sangat menghina Islam dan Rasis, tapi nasib berbanding terbalik. Ustad Maheer sampai meninggal dipenjara, sedangkan Permadi Arya masih lenggang kangkung menikmati dengan gayanya, menghina seenaknya. Dan kepolisian seperti sengaja membebaskan mereka para BuzzeRp.

Bukti-bukti penghinaan yang dilakukan Ade Armando, Deni Siregar dan Permadi Arya sudah banyak di media sosial. Kepolisian seperti tutup mata dan telinga, dan lucunya Banser NU, sebagai garda pengamanan dari Nahdatul Ulama, ikutan membela Permadi Arya. Padahal Permadi Arya lebih jelas menghina agama Islam. Ade Armando sering menghina Nabi Muhamad, Deni Siregar sering menghina Islam. Merekan akan berusaha semaksimal mungkin untuk membela calon yang bukan dari oposisi, karena nasib mereka akan berbeda dengan saat ini, yang menikmati uang APBN.

Sejak tahun 2014-2019 terbukti pemerintah membayar BuzzeRp senilai Rp 90,45 Milyar, dan masih berlanjut sampai sekarang.

Uang rakyat untuk membayar BuzzeRp, Sudikah Anda?

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Copyright © 2021 LampuHijau.com - All rights reserved
Copyright © 2021 LampuHijau.com
All rights reserved