Sudirman Said Siap Geser Posisi Gubernur Jateng Walaupun Elektabilitas Gubernur Petahana masih Cukup Tinggi

Sudirman Said Siap Geser Posisi Gubernur Jateng Walaupun Elektabilitas Gubernur Petahana masih Cukup Tinggi

Bang RM
16 Des 2017
Dibaca : 470x
Elektabilitas Petahana Masih Tinggi karena Belum ada yang Menjadi Pesaingnya

Lampuhijau.com - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo rupanya masih ingin mempertahankan kursi Gubernur Jawa Tengah dengan maju kembali sebagai calon Gubernur Jawa Tengah di Pilgub Jawa Tengah 2018 mendatang. Dari hasil beberapa survey, elektabilitas Ganjar Pranowo dinilai masih cukup tinggi dan masih banyak masyarakat yang menyatakan cukup puas dengan kepemimpinan Gubernur petahana ini.

Namun hal itu tak membuat Sudirman Said, mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Kabinet Jokowi untuk maju sabagai penantang Ganjar Pranowo di Pilgub Jateng 2018. Sudirman Said sendiri maju sebagai calon Gubernur Jawa Tengah yang diusung oleh Partai Gerindra, PAN dan PKS. Pada acara rakerwil PAN yang dihadiri Dewan Pembina Partai Amanat Nasional, Amien Rais, Sudirman Said mengaku bahwa dirinya tidak khawatir tehadap elektabilitas gubenur petahana yang dinilai sebagian kalangan masih cukup tinggi.

"Dimana-mana incumbent memang punya elektabilitas yang tinggi karena belum ada penantang yang jelas", ujar Sudirman pada rapat kerja wilayah II Dewan Pimpinan Wilayah ( DPW ) PAN Jawa Tengah di Purwodadi, Grobogan, Jawa Tengah, Sabtu (16/12). Hasil Rakerwil PAN Jawa Tengah ini juga berisi dukungan terhadap Sudirman Said sebagai bkal calon Gubenur Jwa Tengah dari Partai berlambang matahari ini.

Sudirman Said juga menjelaskan walaupun elektabilitas gubernur petahana masih tinggi, namun dari hasil beberapa survey, masyarakat di Jawa Tengah menginginkan adanya gubernur baru. Ini artinya peluang untuk menggeser posisi gubernur petahana sangat terbuka lebar. 

Pengalaman membuktikan pada Pilgub DKI Jakarta yang lalu, elektabilitas gubernur Petahana, Ahok masih sangat tinggi, namun terbukti Ahok kalah dalam Pilgub DKI Jakarta bahkan berakhir di Rutan mako Brimob karena kasus penistaan agama.

Sementara Ganjar Pranowo yang kabarnya disebut-sebut ikut terlibat pada kasus mega proyek E-KTP yang melibatkan mantan Dirjen Dukcapil Kementrian Dalam Negeri, irman dan saksi Miryam S Haryani, anggota Komisi II DPR dan Mantan anggota DPR, Muhammad Nazarudin menyebutkan nama Ganjar Pranowo. Ganjar sendiri sudah mengklarifikasi ke pihak KPK bahwa dirinya tidak menerima aliran dana e-ktp tersebut.

 

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Copyright © 2020 LampuHijau.com - All rights reserved
Copyright © 2020 LampuHijau.com
All rights reserved