Tak hanya Pemprov DKI Jakarta yang Awasi Alexis, Masyarakat juga terus Pelototi Aktifitas Alexis

Tak hanya Pemprov DKI Jakarta yang Awasi Alexis, Masyarakat juga terus Pelototi Aktifitas Alexis

Admin
29 Nov 2017
Dibaca : 501x
Terkait Kabar Alexis Berubah Nama jadi 4Play

Lampuhijau.com - Beredarnya kabar pergantian nama Hotel Alexis menjadi 4Play menjadi pembicaraan hangat beberapa hari ini. Menurut Senator DKI Jakarta Fahira Idris, pada prinsipnya, mau seribu kali ganti brand sekalipun, manajemen Alexis dilarang mengoperasionalkan hotel dan griya pijat (spa), sebab izinnya sudah tidak ada lagi. 

Jika pun 4Play ini adalah sub usaha yang lain (karaoke dan live musik) dan izinnya memang sudah ada, tetap saja warga Jakarta akan terus mengawasi tindak-tanduk Alexis. “Jika nanti 4play yang katanya merupakan tempat karaoke dan live musik ini ada indikasi pelanggaran hukum, nasibnya akan sama dengan hotel dan griya pijat, yaitu ditutup permanen. Kami warga Jakarta akan awasi tindak-tanduk manajemen Alexis dan segera melapor, baik ke Pemprov DKI Jakarta maupun ke kepolisian jika ada indikasi pelanggaran hukum baik di tempat karaoke maupun live musik ini,” ujar Fahira Idris, di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta (28/11).

Fahira mengungkapkan, peringatan ini bukan hanya untuk Alexis, tetapi untuk semua pengusaha hotel, spa, karaoke, club, diskotik dan jenis usaha hiburan malam lainnya di Jakarta. 

Fahira juga meminta kepada jajaran Pemerintah DKI Jakarta untuk memastikan bahwa 4Play ini bukan kamuflase untuk kembali mengoperasikan aktivitas hotel dan spa Alexis. Tidak boleh ada lagi kompromi bagi hotel dan tempat hiburan malam di Jakarta yang melakukan pelanggaran hukum, praktik asusila ataupun yang menjadi tempat transaksi dan memakai narkoba. 

“Selama usaha Anda berizin, tidak melakukan pelanggaran hukum terutama narkoba dan asusila, usaha Anda akan baik-baik saja. Tetapi jika melakukan pelanggaran, maka tidak ada ampun, izin usaha Anda akan dicabut,” tegas ketua Komite III DPD RI ini. 

Ke depan, sambung Fahira, Jakarta harus menjadi kota beradab dengan menghilangkan segala bentuk kegiatan yang menyimpang dari peraturan daerah. Kota yang tidak kompromis terhadap praktik yang tak sesuai dengan perda terlebih asusila dan narkoba. 

“Sebagai ibu kota, kota terbesar, dan pusat segala aktivitas mulai dari ekonomi, politik, dan budaya, Jakarta sudah seharusnya jadi percontohan bagi kota lain di Indonesia. Jakarta harus bisa menjadi inspirasi bagi kota lain dalam penataan dan pembangunannya. Dan saya yakin Anies-Sandi punya komitmen mewujudkan itu,” pungkas dia. 

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Copyright © 2021 LampuHijau.com - All rights reserved
Copyright © 2021 LampuHijau.com
All rights reserved