Tokoh Kristen Mormon Poligami Lyle Jeffs & Warren Jeffs Dijebloskan ke Penjara

Tokoh Kristen Mormon Poligami Lyle Jeffs & Warren Jeffs Dijebloskan ke Penjara

Nur AK
14 Des 2017
Dibaca : 487x
Lyle Jeffs terlibat kasus penipuan terbesar dalam program bantuan makan pemerintah federal di Amerika Serikat, lapor BBC.

Seorang tokoh sekte Kristen Mormon Poligami telah divonis penjara 5 tahun karena melakukan penipuan mengenai program bantuan makanan dan melarikan diri dari tahanan rumah di Utah, Amerika Serikat. Lyle Jeffs mengaku melakukan apa yang disebut pihak berwenang sebagai penipuan terbesar dalam program bantuan makan pemerintah federal di Amerika Serikat, lapor BBC. Ia ditangkap bulan Juni setelah hampir selama setahun buron dan menyatakan dirinya bersalah.

Gereja Mormon, yang nama resminya adalah Church of Jesus Christ of Latter Day Saints (Gereja Yesus Kristus dari Orang-orang Suci Akhir Zaman), didirikan di Amerika Serikat oleh Joseph Smith pada tahun 1830. Sekarang jumlah pengikutnya sekitar 14 juta orang. Kristen aliran Mormon meyakini gerejanya merupakan restorasi dari gereja seperti yang dibentuk oleh Yesus, dan bahwa gereja-gereja Kristen lain sudah terjerumus dalam kebinasaan.

Fundamentalist Church of Jesus Christ of Latter Day Saints (FLDS, ada penambahan fundmentalis dari gereja induknya) merupakan sekte sempalan dari Gereja Mormon. FLDS memisahkan diri dari Gereja Mormon setelah gereja induk tersebut melarang poligami pada tahun 1890 dan menambah panjang daftar perbuatan dosa yang dapat diganjar hukuman.

Anggota jemaat FLDS melihat poligami sebagai sebuah kebutuhan dan jika mempraktekkannya akan mendapat ganjaran paling baik di akhirat kelak. Itu mengapa FLDS sering disebut sebagai sekte Mormon Poligami.

Sementara saudara lelakinya, mantan pemimpin Kristen Mormon Warren Jeffs, dijebloskan ke dalam penjara pada 2011 dalam kasus serangan seksual terhadap anak. Warren Jeffs, mantan presiden Fundamentalist Church of Jesus Christ of Latter Day Saints (FLDS), dinyatakan bersalah memaksa dua gadis di bawah umur melakoni “perkawinan spiritual”. Akibat perbuatan bejatnya itu, seorang anak laki-laki dilahirkan dari salah satu korban yang berusia 15 tahun.

Hari Rabu (13/12/2017), Lyle Jeffs –bekas uskup FLDS– mengatakan kepada seorang hakim federal di Salt Lake City bahwa dengan rendah hati dan penuh hormat saya mengakui kesalahan-kesalahan dan keputusan salah yang telah saya perbuat.

Jaksa penuntut mengatakan para pemimpin FLDS mengambil kupon jatah makanan milik para pengikutnya, lalu menjual kupon-kupon itu dan uangnya dipakai membeli mobil-mobil serta barang mewah lainnya.

Dokumen pengadilan menyebutkan, para pengikut mereka mengalami kelaparan, kekurangan gizi yang parah serta berbagai macam gangguan kesehatan, setelah dipaksa untuk menyerahkan kupon-kupon makanan miliknya kepada Jeffs bersaudara.

Pengikutnya kelaparan dan hidup serba kekurangan, keluarga Jeffs memiliki tukang masak pribadi dan sering menyantap daging iga, halibut, lobster, tiram, dan masakan-masakan mahal lainnya. Hal itu yang dikatakan jaksa saat menyampaikan tuntutannya.

Seperti yang dilaporkan koran Salt Lake Tribune, tim pembela tokoh Kristen Mormon itu mengatakan di persidangan bahwa agama kliennya mengajarkan hidup komunal, dan menyerahkan kupon makanan sama halnya seperti kebiasaan menghadiahkan makanan yang dilakukan oleh penganut agama lain.

Selain menjatuhkan hukuman penjara, hakim memerintahkan Jeffs membayar denda $1 juta kepada Departemen Pertanian Amerika Serikat yang menjalankan program kupon makanan di negara itu. Jaksa penuntut federal mengatakan, meskipun terdakwa dinyatakan bersalah dalam kasus pertamanya itu, tetapi ia selama bertahun-tahun juga terlibat aktivitas-aktivitas ilegal lain yang diperintahkan oleh saudaranya, Warren Jeffs.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Copyright © 2019 LampuHijau.com - All rights reserved
Copyright © 2019 LampuHijau.com
All rights reserved