Trump Disambut Presiden Xi Jinping dengan Karpet Merah dan Marching Band

Trump Disambut Presiden Xi Jinping dengan Karpet Merah dan Marching Band

Admin
9 Nov 2017
Dibaca : 522x
Waktu Obama ke Tiongkok, boro-boro Marching Band, Karpet merah aja nggak ada

BEIJING – Tiongkok tahu benar bagaimana menyenangkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Mereka memberikan sambutan khusus sejak Trump dan istrinya, Melania, turun dari pesawat kemarin (8/11). Presiden Xi Jinping bahkan menjadi ”guide” pribadi Trump dan mengantarnya berkeliling Forbidden City, kompleks istana yang dibangun pada era Dinasti Ming. Pada hari pertama kunjungannya itu, Trump tampak berulang-ulang tertawa lebar. 

Karpet merah digelar sejak Trump turun dari pesawat. Band militer dan deretan pasukan sudah siap menyambut. Saat mobil konvoi rombongan berjalan menuju Forbidden City, deretan anak-anak usia SD melambaikan miniatur bendera AS dan Tiongkok. Sambutan itu jauh berbeda dengan mantan Presiden Barack Obama September tahun lalu. Jangankan marching band, karpet merah saja tak ada. 

Trump merupakan kepala negara pertama yang berkunjung setelah terpilihnya kembali Xi Jinping sebagai orang nomor satu di Tiongkok. Sebelum menginjakkan kaki di Tiongkok, Trump memuji Xi dan menyatakan tidak sabar untuk bertemu. Di Forbidden City Trump disambut Xi dan diajak berkeliling. 

Sangat jarang pemimpin Tiongkok turun sendiri untuk mengantarkan tamunya berkeliling. Tempat tersebut ditutup sehari khusus untuk kunjungan Trump. Saat acara minum teh, pemimpin 71 tahun itu menunjukkan video cucunya, Arabella Kushner, yang bernyanyi lagu Mandarin dan membaca puisi klasik Tiongkok kepada Xi. Pemimpin 64 tahun tersebut memuji Arabella dan menilai penampilannya layak mendapatkan A+. 

Pasangan orang nomor satu di AS itu lantas diajak melihat pertunjukan opera dan akrobat. ”Kami sangat senang,” ujar Trump kepada Xi pasca pertunjukan berakhir. Hari ini upacara penyambutan Trump di Great Hall of the People rencananya juga disiarkan secara langsung di televisi nasional. 

Yang tampak pada hari pertama kunjungan itu seperti tidak menggambarkan hubungan AS dan Tiongkok yang naik turun gara-gara Korut. Tiongkok merupakan sekutu utama Pyongyang. AS berkali-kali meminta Tiongkok mengambil tindakan tegas kepada Korut. Masalah Korut dan defisit perdagangan antara AS dan Tiongkok memang bakal menjadi bahasan utama dalam kunjungan Trump kali ini. Gedung Putih juga memastikan bahwa selama dua hari di Tiongkok, Trump tetap akan mencuit di Twitter seperti biasanya. 

”Presiden akan mengunggah cuitan apa pun yang dia mau. Itu adalah caranya berkomunikasi langsung dengan rakyat Amerika,” tegas pejabat Gedung Putih kepada para jurnalis. Belum diketahui apakah itu bisa dilakukan atau tidak. Sebab, Twitter dan media sosial produk negara Barat lainnya tidak bisa diakses di Tiongkok. 

Di dua negara sebelumnya, Jepang dan Korea Selatan (Korsel), pemilik Trump Tower tersebut berulang-ulang mengecam Korut. Saat berbicara di hadapan parlemen Korsel, Trump mendesak Korut agar diisolasi. ”Jangan meremehkan kami. Jangan coba-coba dengan kami,” ujar Trump saat memberikan pidato di Korsel. Dia menyebut Korut sebagai neraka yang tidak layak dihuni siapa pun. Trump awalnya berencana mengunjungi zona demiliterisasi (DMZ), tapi diurungkan karena kondisi cuaca yang buruk. 

Korut langsung menanggapi pernyataan Trump tersebut. Salah seorang pejabat Pyongyang menegaskan bahwa pihaknya tidak peduli. Korut menegaskan bahwa AS telah memprovokasi dengan serangan jet pengebom dan kapal induk bersenjata nuklir. Mereka yakin bisa membalik ancaman Trump. ”Kami tidak peduli dengan apa yang dikatakan si anjing gila karena kami sudah cukup mendengar (ucapannya, Red),” ujar pejabat Korut yang diwawancarai CNN. Dia menegaskan, Trump meningkatkan ketegangan di Semenjung Korea. (Reuters/The Guardian/BBC/sha/c10/any)

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Copyright © 2020 LampuHijau.com - All rights reserved
Copyright © 2020 LampuHijau.com
All rights reserved