Virus Corona di Indonesia Negatif Begini Penjelasannya

Virus Corona di Indonesia Negatif Begini Penjelasannya

Admin
10 Feb 2020
Dibaca : 391x

Sampai saat ini virus corona belum dinyatakan ditemukan di Indonesia. Beberapa pasien yang dirawat di rumah sakit dengan dugaan virus corona dipastikan negatif. Situasi ini menjadikan Indonesia masih berstatus aman dari ancaman virus corona yang sudah menyebar di Wuhan, China. Akan tetapi tidak adanya kasus virus corona di Indonesia menimbulkan kekhawatiran beberapa ahli. Adanya kekhawatiran bilamana kemungkinan virus tersebut menyebar tanpa terdeteksi. 

Pada Februari ini, tepatnya tanggal 8 Februari 2020, ahli epidemiologi Marc Lipstich di Harvard TH Chan School of Pulbic Health dikutip dari Voanews mangetakan bahwa Thailand telah melaporkan 25 kasus virus corona. Tetapi jumlah tersebut masih berpotensi bisa lebih banyak lagi. Sementara di Kamboja pun berpotensi memiliki jumlah kasus lebih banyak dari yang sekarang telah dilaporkan yaitu terdapat satu orang yang terinfeksi virus corona.

Menurut perwakilan WHO yang berada di Indonesia yaitu Dr Navaratnasamy Paranietharan mengatakan bahwa Indonesia telah mengambil suatu langkah yang kongkret termasuk pada penyaringan di perbatasan internasional serta menyiapkan rumah sakit bila terdapat kasus yang potensial. Walaupun demikian masih banyak hal yang harus dipersiapkan Indonesia mulai dari pengawasan, deteksi hingga persiapan fasilitas bilamana terjadi wabah.

Dibutuhkan adanya ketersediaan alat tes khusus yang dapat mengkonfirmasi nCoV (novel coronavirus) merupakan langkah yang signifikan. Sebelum ini Indonesia sempat disorot karena belum menerima alat tes khusus yang dibutuhkan guna medeteksi virus corona secara cepat jenis baru. Otoritas medis Indonesia sejauh ini mengandalkan tes pan-coronavirus yang dapat mendeteksi semua kerabat virus corona. Namun tes tersebut membutuhkan pengurutan gen untuk mengetahui secara pasti bahwa itu adalah virus corona Wuhan atau bukan.

Lebih lanjut lagi Dr Navaratnasamy mengatakan bahwa pihak WHO prihatin Indonesia belum melaporkan kasus terkait virus corona. Akan tetapi pihaknya telah diyakinkan oleh otoritas terkait bahwa pengujian laboraturium yang dilakukan telah bekerja dengan baik. Sementara berdasarkan penelitian Lipstich mengenai adanya kemungkinan jumlah kasus virus corona didasarkan pada perkiraan jumlah rata-rata pesawat yang terbang dari Wuhan menuju kota lain yang ada di seluruh dunia. Mengasumsikan lebih banyak penumpang dari dan ke Wuhan akan memiliki kemungkinan banyak kasus.

Bila sistem kesehatan yang berada di Indonesia ataupun Thailand tidak dapat mendeteksi adanya kasus virus corona maka hal tersebut dapat menciptakan masalah bagi seluruh dunia. Karena pada kasus-kasus yang tidak dapat terdeteksi berpotensi menyebarkan epidemi di negara-negara itu yang dapat menyebar di luar perbatasan mereka. Selanjutnya para peneliti mengatakan bahwa temuan mereka cukup masuk akal. Bila di China yang terinfeksi virus corona meningkat setiap hari namun di luar China wabah tersebut seolah tidak bergerak. Pastinya hal ini cukup membingungkan.

Hal tersebut karena transmisi penyebaran virus corona terbukti berbeda di luar zona wabah utama untuk beberapa alasan yang tidak dapat dijelaskan. Atau mungkin hanya karena tidak dapat menangkapnya serta menghitungnya dan adanya kegagalan untuk mendeteksi.

 

 

 

 

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Copyright © 2020 LampuHijau.com - All rights reserved
Copyright © 2020 LampuHijau.com
All rights reserved