Waspada! Gas Knalpot Bisa Merenggut Nyawa Seperti yang Dialami Intelkam Polres Kutai Timur

Waspada! Gas Knalpot Bisa Merenggut Nyawa Seperti yang Dialami Intelkam Polres Kutai Timur

Nur AK
8 Mei 2018
Dibaca : 282x
Hilangnya nyawa anggota polres itu diduga karena keracunan asap knalpot mobilnya.

Anggota Intelijen Keamanan (Intelkam) Polres Kutai Timur, Brigadir Polisi Dua (Bripda) David Ian Wardana (28) tewas tak bernyawa di kawasan Jalan Abah, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Senin (7/5/2018). Hilangnya nyawa anggota polres itu diduga karena keracunan asap knalpot mobilnya.

Bripda David ditemukan tewas di mobil Honda Accord Warna Hitam, bernopol B 8416 GS. Mobilnya tengah terparkir di halaman kos milik Suwartini. Saat ini, korban memang sedang dipindahtugaskan di Mabes Polri.

Menurut laporan Kapolres Jakarta Selatan, Kombes Indra Jafar, hasil pengecekan membuktikan korban meninggal dunia karena keracunan menghirup asap knalpot mobilnya.

Saksi mata, Suhendra menjelaskan saat itu ia meminta saksi Suwartini untuk mengecek mobil korban karena mobil korban sedang dalam kondisi menyala. Lalu, saksi mendatangi mobil dan menemukan korban tergeletak di dalam mobil. Ternyata saat saksi berusaha membangunkan korban, korban tak lekas bangun.

Kemudian, Suhendra memutari mobil korban dan didapati pintu mobil bagian belakang sebelah kanan dapat dibuka. Saat masuk ke dalam mobil dan mengecek keadaan korban, ternyata korban sudah meninggal dunia.

Setelah itu, Suhendra mendapati posisi selang air yang bagian ujung satu diikat ke knalpot mobil dan ujung lainnya dimasukan ke dalam mobil, melalui pintu belakang sebelah kanan.

Dan dari keterangan saksi lainnya yang benrama Irman, selang tersebut baru saja dibeli oleh korban Senin pagi. Bahkan korban sempat bertanya lokasi toko material kepada Irman.

Dari penyelidikan di TKP, polisi berhasil mengamankan sebuah dompet warna cokelat berisi sejumlah uang, beberapa kartu ATM, kartu BPJS, dan sebuah KTA yang diketahui korban berpangkat bripda,. Selain itu, ada pula sebuah telepon genggam, lakban, kunci mobil, selang air, serta sepasang sepatu.

Perlu Anda ketahui, menurut pengamatan Pusat Penelitian Masalah Perkotaan dan Lingkungan (PPMPL) DKI, asap knalpot mengandung zat beracun berupa CO (karbon monoksida). Apabila zat CO terhirup dan mauk ke dalam tubuh melalui paru-paru, maka zat beracun itu akan bersenyawa dengan hemoglobin (Hb) membentuk COHb. Hemoglobin sendiri berfungsi sebagai pembawa oksigen ke seluruh tubuh.

Kendati demikian, kemampuan hemoglobin untuk mengikat CO hanya 200 hingga 300 kali lebih besar dibanding dengan kemampuannya mengikat oksigen. Akibatnya, oksigen di dalam darah berkurang sehingga membuat orang merasa pusing, pingsan bahkan bisa juga meninggal dunia.

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Copyright © 2020 LampuHijau.com - All rights reserved
Copyright © 2020 LampuHijau.com
All rights reserved