Tutup Iklan
jus kulit manggis
  
WNA Alami KDRT oleh Suaminya Sendiri WNI

WNA Alami KDRT oleh Suaminya Sendiri WNI

Nur AK
22 Jan 2018
Dibaca : 133x
Dikatakan sang istri, bibirnya yang terluka tersebut akibat ditendang suaminya, I Made Buda (44) asal Desa Sanur, Denpasar Selatan.

Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) kali ini kembali terjadi di Indonesia, namun bukan warga negara Indonesia yang mengalami hal tersebut, melainkan warga Amerika Serikat yang memiliki suami orang. Yakni, Olya Lapina (46) terpaksa melaporkan suaminya warga Bali ke Polsek Nusa Penida. Atas dugaan tindak kekerasan yang dialaminya hingga bibir bagian bawahnya robek dan alami beberapa jahitan.

Dikatakannya, bibirnya yang terluka tersebut akibat ditendang suaminya, I Made Buda (44) asal Desa Sanur, Denpasar Selatan.

Kapolsek Nusa Penida Kompol Ketut Suwastika mengatakan penanganan kasus KDRT ini terjadi sekitar pukul 12.30 WITA pada hari Minggu (21/1/2018). Pelapor merupakan warga negara asing, sementara terlapornya suaminya sendiri WNI warga lokal Bali.

Menurut keterangan pelapor, awalnya pasutri ini tengah berboncengan menikmati alam Nusa Penida dengan sepeda motor menuju Pelabuhan Roro Nusa Jaya Abadi. Sesampainya di sebuah warung, mereka berhenti dan memesan kopi di sebuah kedai pinggir jalan.

Belum diketahui permasalahannya, keduanya sempat cekcok dan korban menyiramkan air panas ke arah dada suaminya. Merasa tidak terima, suaminya pun membalas dengan melayangkan tendangan dengan kaki kiri yang mengarah ke wajah istrinya tersebut. Seketika itu, istrinya langsung tumbang lantaran terkena tendangan yang mendarat pada bagian dagu dan bibirnya. Korban asal Amerika itu juga alami benjolan di kepala belakang diduga akibat benturan. Kemudian, korban langsung diantar oleh suaminya ke puskesmas Nusa Penida.

Menurut penjelasan dari Kasubag humas Polres Klungkung Aiptu Wayan Sarjana, walaupun tindak kekerasan terhadap warga negara asing itu dilakukan suaminya sendiri, dan korbannya WNA dan telah melaporkan kasus tersebut. Pelaku tindak kekerasan, sang suami, tetap dijerat dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara dengan dakwaan pasal 44 ayat 2 no 23 tahun 2004.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Copyright © 2018 LampuHijau.com - All rights reserved
Copyright © 2018 LampuHijau.com
All rights reserved
Tutup Iklan
obat diabetes