Yahudi Israel Gelar Doa Massal “Merobek Langit” Akibat Kekeringan

Yahudi Israel Gelar Doa Massal “Merobek Langit” Akibat Kekeringan

Nur AK
25 Des 2017
Dibaca : 521x
Seruan doa massal oleh Menteri Ariel ini didukung oleh dua rabbi senior Israel, Yitzhak Yosef dan David Lau.

Menteri Pertanian Israel, Uri Ariel, mengadakan ritual doa massal dengan mengundang para petani dan masyarakat umum untuk berdoa secara bersama-sama di Tembok Ratapan, dengan harapan bisa “merobek langit”. Doa massal ini digelar setelah Israel dilanda kekeringan.

”Sayangnya, setelah empat tahun kekeringan, kita hanya memiliki sedikit hujan sejauh ini (tahun ini), kurang dari rata-rata multi-tahunan, dan musim dingin ini mulai menjadi kering,” ungkap Ariel kepada media Israel, Ynet, yang dikutip Senin (25/12/2017).

”Saya meminta masyarakat untuk ambil bagian dalam doa. Dan bawa payung karena bersama-sama kita akan merobek langit,” imbuhnya.

Seruan doa massal oleh Menteri Ariel ini didukung oleh dua rabbi senior Israel, Yitzhak Yosef dan David Lau. Selain itu, petani, pemimpin pemukim dan kepala organisasi pertanian juga mendukung ritual yang dijadwalkan digelar pada hari Kamis.

Otoritas spiritual tertinggi di Yahudi Israel, Kepala Rabbinate, juga meminta sinagoga untuk mengatur doa-doa khusus supaya dibacakan tiga kali sehari. Tak hanya doa, otoritas tersebut juga mengumumkan Kamis sebagai hari untuk puasa, bedoa, bertobat dan memohon Tuhan menurunkan hujan.

”Dia akan melihat penderitaan kita dan mendengar doa kita, dan memenuhi permintaan belas kasih kita, memberi hujan dan embun yang berkah. Semoga Tuhan memberkati kita dengan embun surga, tanah subur, dan memberkati kita dengan damai,” kata pihak Kepala Rabbinate.

Meski demikian, banyak warga Israel di Facebook dan Twitter merasa bingung dengan ketergantungan pihak berwenang terhadap kekuatan spiritual yang lebih tinggi. Mereka mendesak langkah-langkah praktis untuk mengatasi kekeringan.

”Saya tidak ingin hujan dalam pawai Anda. Akan lebih efisien jika Anda khawatir (dengan) menambahkan lebih banyak tanaman desalinasi,” ucap salah seorang warga Israel yang mengkritisi ritual tersebut seperti dikutip Jewish Chronicle.

Kebanyakan dari mereka memegsng selembar kertas yang berisi tulisan syair doa. dengan berpakaian hitam putih, pemimpin doa terlihat bersungguh-sungguh meminta kepada Tuhannya sembari menghadapkan kepalanya ke angkasa. Sesekali, ada beberapa kaum yang berteduh karena panasnya terik matahari yang membakar kulit mereka.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Copyright © 2019 LampuHijau.com - All rights reserved
Copyright © 2019 LampuHijau.com
All rights reserved