Yuk, Sayangi Oma, Nenek, Eyang, atau Bagaimanapun Kita Memanggilnya!

Yuk, Sayangi Oma, Nenek, Eyang, atau Bagaimanapun Kita Memanggilnya!

dika mustika
22 Apr 2018
Dibaca : 307x
Oma, Nenek, Eyang, sudah memperhatikan kita dari dulu. Betapa kasih mereka tak terhingga. Mereka membawa kita bisa menikmati hidup. Nah, sekarang yuk lebih sayangi mereka lagi!

Hidup sungguh berharga!

Tadi ada hal menarik yang kulihat ketika aku sedang berjalan-jalan di salah satu pusat perbelanjaan di kotaku. Nah, terbayang betapa Minggu siang cerah adalah waktu ideal untuk berjalan-jalan, ke mana pun, juga bersama dengan siapapun.  Tadi kulihat sekumpulan oma-oma sedang asyik memilih baju. Mereka ada berempat! Mereka sibuk mengobrol dan mematut-matut diri dengan baju yang dipilihnya di depan cermin. Sungguh pemandangan yang menarik. Mengapa? Karena pada umumnya yang melakukan aktifitas seperti itu adalah para kaum muda, itu yang ada di benakku. Namun, ternyata itu salah, berjalan-jalan ke mall di Minggu siang, bukan hanya milik kaum muda saja, namun bisa untuk semua kelompok usia.

 

Hal itu terus menari di benakku, betapa sekelompok oma tadi sungguh memiliki semangat hidup yang tinggi. Bayangkan, umumnya kan kalau pun oma-oma berjalan-jalan di mall biasanya bersama dengan anggota keluarganya, namun tadi tidak! Mereka datang ke mall bersama dengan teman. Jadi teringat hal yang berlawanan dengan ini. Aku pernah melihat ada oma yang kurang lebih usianya kira-kira sama dengan oma-oma yang kujumpai di mall. Namun, dari pandangan matanya sungguh menunjukkan rasa sedih dan kehampaan karena kesendiriannya. Bertolak belakang dengan oma tadi di mall. Ada seorang teman yang memberitahuku, bahwa sebenarnya kita bisa menilai motivasi hidup salah satunya dari mata. Perhatikan sorot matanya, ini mungkin agak sulit untuk didefinisikan. Tapi, orang yang memiliki semangat hidup akan tercermin dari sorot mata yang berbinar, yang menunjukkan optimisme, tak akan tampak tatapan kosong di sana.   

 

Berbicara dengan rasa sendiri yang (mungkin) dirasakan oleh oma, terutama oma yang hidup sendiri, jadi terpikir ada baiknya jika mereka ada kalanya berjumpa atau berkumpul dengan sebayanya. Jika kalian memiliki oma yang lebih banyak diam sendirian, adakalanya kalian mungkin perlu mengajak oma bersosialisasi lho. Dengan sosialisasi, setidaknya mereka akan aktif berkomunikasi. Dan hal ini lah yang dapat meningkakan semangat hidup. Bersosialisasi ini bisa dalam berbagai cara lho, misal: ajak oma untuk pergi ke pengajian (bagi yang muslim) karena selain isi kajian juga bisa mengenai motivasi hidup, di pengajian juga akan banyak dijumpai orang baru. Kegiatan sosialisasi ini juga bisa dengan ajak oma untuk mengikuti kegiatan olahraga. Olahraga yang banyak dijumpai cocok untuk oma-oma, yang cukup umum adalah olahraga jantung sehat. Jangan salah lho, ternyata di komunitas olahraga jantung sehat ini, ada berbagai kegiatan lain (selain senam itu sendiri). Kegiatan lainnya bisa sarapan atau makan-makan bersama, arisan, pengajian, bahkan  piknik!

 

Yuk, sayangi oma, nenek, eyang, atau bagaimana pun kalian memanggilnya. Agar mereka bisa selalu rasakan betapa berharga dan indahnya hidup ini!

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Copyright © 2019 LampuHijau.com - All rights reserved
Copyright © 2019 LampuHijau.com
All rights reserved