Kakak Beradik di Tiongkok Masuk Kolong Bus Selama 3 Jam

Kakak Beradik di Tiongkok Masuk Kolong Bus Selama 3 Jam

Admin
29 Nov 2017
Dibaca : 510x
Numpang di Kolong Bus ingin Bertemu Kedua Orang Tuanya

GUANGXI – Kangen rupanya bisa menjadi suplemen stamina yang luar biasa. Tak percaya? Lihat saja apa yang dilakukan kakak beradik asal Nazuo, Provinsi Guangxi, Tiongkok. Selama tiga jam, mereka nggandol di bawah bus. Hanya dengan mengandalkan kekuatan tangan yang berpegangan pada sasis bus, mereka menempuh perjalanan sejauh 80 kilometer. Semua demi  menuntaskan kerinduan terhadap orang tua yang bekerja di Provinsi Guangdong. 

Niatan untuk bertemu itu muncul pada Kamis (23/11). Dua bocah berusia 8 dan 9 tahun tersebut menyelinap keluar dari sekolah sebelum pelajaran dimulai. Entah bagaimana, mereka berhasil menyusup ke bagian bawah bus yang menuju Baise, Provinsi Guangxi. Anak-anak itu tak tahu di kota mana tepatnya orang tuanya bekerja. Mereka baru akan mencari tahu begitu tiba di Guangdong. 

Petualangan terhenti saat petugas keamanan menemukan mereka ketika bus berhenti di Xilin County, Baise. Petugas curiga saat melihat ada yang aneh di bagian bawah bus. Betapa kagetnya petugas saat menemukan dua bocah dengan baju berlumur lumpur yang terciprat dari ban. Untung mereka kuat berpegangan. Seandainya jatuh, peluang terlindas ataupun terseret cukup besar. 

”Tubuh dua anak itu sangat kurus. Jadi bagian bawah bus itu adalah tempat bersembunyi yang bagus untuk mereka,” ujar salah seorang petugas keamanan di Xilin County seperti dilansir Southern Morning Post. Anak-anak tersebut tidak memiliki uang sepeser pun, sedangkan satu tiket bus harganya CNY 32 atau sekitar Rp 65 ribu.  

Orang-orang di terminal pemberhentian bus itu langsung memandikan dua anak tersebut dan memberi mereka makan. Guru mereka di Nazuo telah membuat laporan kepada polisi bahwa mereka hilang pada pagi harinya. Keluarga mereka langsung menjemput saat sore. Dua bocah malang itu tak mau banyak bicara saat ditanyai petugas di lokasi. 

”Kami akhirnya mengetahui bahwa dua anak itu rindu ayah dan ibunya,” terang salah seorang petugas pada media lokal setempat terkait alasan dua anak itu kabur dari sekolah. Dua anak tersebut tinggal di asrama sekolah. ”Mereka bersembunyi di bawah kendaraan karena sangat ingin bertemu orang tuanya,” ujarnya. 

Di Tiongkok, cukup banyak jumlah anak yang ditinggalkan orang tuanya untuk bekerja di kota. Yaitu, mencapai 23 juta anak-anak. Mereka biasanya tinggal dengan kakek neneknya atau bahkan tinggal sendirian. Juni 2015 lalu, sempat ada kasus empat bersaudara yang bunuh diri dengan minum cairan pestisida. Mereka berempat ditinggal sendirian oleh orang tuanya yang bekerja di kota. 

Kisah dua bocah asal Nazuo itu menjadi bahan pembicaraan di dunia maya. Mereka meminta pemerintah agar memberikan perhatian kepada anak-anak yang ditinggalkan orang tuanya untuk bekerja di kota. 

Kampanye China Dream yang digaungkan Presiden Tiongkok Xi Jinping menjadi sorotan. Salah satu isi kampanye itu adalah kemiskinan nasional akan dihapuskan pada 2020. ”China Dream menjadi hal yang pahit bagi dua bocah tersebut,” ujar salah seorang pengguna Sin Weibo, semacam Twitter di Tiongkok. (BBC/Shanghaiist/sha/c21/any)

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Copyright © 2021 LampuHijau.com - All rights reserved
Copyright © 2021 LampuHijau.com
All rights reserved