Nunukan: Modus Kelapa Sawit Selalu Munculkan Ilegal Logging

Nunukan: Modus Kelapa Sawit Selalu Munculkan Ilegal Logging

Nur AK
14 Jan 2018
Dibaca : 255x
Satgas Pamtas Yonif 621/Manuntung menemukan puluhan kayu saat melakukan patroli rutin di hutan lindung Pulau Nunukan.

Pelaku ilegal logging kembali meninggalkan puluhan kubik kayu di Hutan Lindung Pulau Nunukan, Kalimantan Utara. Puluhan kayu tersebut ditemukan oleh Satgas Pamtas Yonif 621/Manuntung saat melakukan patroli rutin di hutan lindung. Diketahui, sebagian besar kayu hasil penjarahan di hutan lindung tersebut masih berupa gelondongan yang akan diolah menjadi balok kayu.

“Yang berupa olahan menjadi balok berbagai ukuran sekitar 1,5 kubik, sementara yang masih gelondongan ada 35 batang atau sekitar 60 kubik,” tutur Komandan Satgas Pamtas Yonif 621/ Manuntung Letkol Inf Rio Neswan.

Bahkan, anggota Satgas Pamtas melakukan pengendapan selama 10 hari untuk menemukan pelaku penebangan di hutan lindung tersebut. Namun, hingga hari ke-10, para pelaku illegal logging itu tidak pernah menampakkan batang hidungnya.

“Kayu hasil pembalakan liar di wilayah hutan lindung Kelurahan Tanjung Harapan ini kami amankan ke Makotis Satgas Pamtas Yonif 621/Manuntung. Selanjutnya diserahkan kepada pihak UPT Dinas Kehutanan Kabupaten Nunukan,” sambungnya.

Menurut Rio Neswan, upaya penjarahan kayu yang dilakukan warga masing tinggi lantaran kembali didapatinya puluhan kayu hasil penebangan secara ilegal di Hutan Lindung Pulau Nunukan.

Sebelumnya, pada awal November 2017, Satgas Pamtas Yonif 621/Manuntung juga menemukan kegiatan illegal logging dengan jumlah temuan kayu lebih dari 100 kubik. Selain mengamankan ratusan kubik kayu ilegal, Satgas Pamtas juga mengamankan dua ekor kerbau yang digunakan untuk membawa hasil penebangan kayu secara ilegal.

Modus yang biasanya digunakan dalam kasus illegal logging adalah membuka lahan untuk perkebunan kelapa sawit.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Copyright © 2019 LampuHijau.com - All rights reserved
Copyright © 2019 LampuHijau.com
All rights reserved