deddy mizwar

PKS Ngotot Dukung Pasangan Demiz dan Syaikhu

Admin
2 Nov 2017
Dibaca : 1474x
Target Hattrick pada Pilgub Jabar 2018

LampuHijau – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tidak mengubah sikap politiknya dalam menghadapi pemilihan gubernur (Pilgub) Jabar. Partai Islam itu tetap mengusung pasang Deddy Mizwar- Ahmad Syaikhu. Meski demikian, Partai Gerindra yang digadang-gadang menjadi partner koalisi sampai sekarang belum menentukan sikap.

Wakil Ketua Majelis Syuro DPP PKS Hidayat Nur Wahid mengatakan, sampai sekarang belum ada perubahan sikap politik partainya di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jabar. Menurut dia, partainya tetap berkoalisi dengan Partai Gerindra dan PAN untuk mendukung Deddy alias Demiz berpasangan dengan Syaikhu.

Dia juga mengeklaim, Ketua DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto sepakat dengan diusungnya Syaikhu sebagai calon wakil gubernur. Hidayat tidak memungkiri bahwa masih ada dinamika di internal Partai Gerindra. ”Kami harap bisa segera ada jalan keluar,” kata dia saat ditemui di gedung DPR kemarin (1/11).

Mantan Ketua MPR itu mengatakan, koalisi dengan Partai Gerindra tetap jalan. Menurutnya, koalisi kedua partai itu sudah melampaui kursi minimal yang menjadi syarat pencalonan gubernur. Dengan masuknya PAN, tentu koalisi akan semakin untuk memenangkan pesta demokrasi tahun depan.

Anggota DPR dari Dapil DKI Jakarta II itu mengungkapkan bahwa Demiz-Syaikhu sudah bertemu dengan Prabowo dan Majelis Syuro DPP PKS. ”Sampai sekarang belum ada perubahan sikap PKS maupun Gerindra,” tegas dia.

Menurut dia, pihaknya memilih Syaikhu menjadi pendamping Demiz, karena Wakil Wali Kota Bekasi merupakan kader terbaik di Jabar. Dia juga ahli di bidang keuangan dan kredibel. Demiz ingin melengkapi dirinya dengan figur yang punya kemampuan profesionalitas terukur dan teruji tentang APBD. “Kemampuan itu dimiliki Syaikhu,” papar pria kelahiran Klaten itu.

Selain itu, lanjut dia, Syaikhu merupakan ketua DPW PKS Jabar. Dengan diusungnya ketua DPW, maka para kader akan solid. Mesin akan berjalan secara maksimal, karena para kader all out mendukung calon yang diusung. Tidak hanya itu, Syaikhu juga mendapat dukungan dari para santri.

Kapan akan dilakukan deklrasi? Hidayat mengatakan, pihaknya tidak perlu tergesa-gesa dalam melakukan deklarasi, karena KPUD juga belum membuka pendaftaran. Jadi, pihaknya masih mempunyai waktu untuk mematangkan koalisi dan memanasi mesin partai untuk menyongsong persaingan politik.

Sementara itu, Ahmad Syaiku mengaku masih melakukan safari politik ke beberapa daerah di Jawa Barat. Itu dilakukan demi menyukseskan dirinya menuju Pilgub Jabar mendatang.

”Tinggal tiga kota dan kabupaten lagi yang belum dikunjungi. Seperti Karawang, Kota dan Kabupaten Bekasi belum,” katanya Ahmad Syaiku kepada Jabar Ekspres di Balai Kota Bandung, kemarin.

Dia mengklaim semua DPC PKS sudah support seratus persen dan siap memenangkan dirinya. Dia pun siap untuk ngegas mesin partainya di daerah. ”Mesin partai maupun kader siap bergerak,” ungkapnya.

Ahmad pun meyakinkan, dirinya akan maju tetap maju bersama Deddy Mizwar. Meski kondisi tersebut dikaitkan dengan pencabutan dukungan yang pernah dilakukan Gerindra kepada Demiz.

”Saya dan Deddy Mizwar sudah dipanggil menghadap Prabowo di hadapan juga majelis syuro. Tentu ketika pencabutan itu yang dilakukan oleh intitusi di bawah Prabowo, termasuk aneh. Meski Prabowo tidak pernah komen terhadap kondisi itu,” terangnya.

Makanya dia menyimpulkan, dirinya masih menjadi colon dari PKS dan Partai Gerindr. Kalau pun ada gejolak di internal Gerindra pun, dia lebih memilih tidak mencampuri hal itu.

”Belum ada pencabutan dukungan. Kecuali kalau Prabowo sendiri yang mencabut dukungan. Baru itu pasti sudah final,” tegasnya.

Dia kembali menyakinkan, akan mengoptimalkan mesin partai dan kader untuk memenangkan dirinya. Itu juga sekaligus strategi PKS agar bisa menjadi pemenang di pilgub Jabar.

”Sebab, target pks bisa hattrick di Jawa Barat,” ujarnya.

Terpisah, Ketua DPP Partai Gerindra Ahmad Riza Patria mengatakan, menghargai tawaran PKS yang akan mengusung pasangan Demiz-Syaikhu. Namun, sampai saat ini partainya belum memutuskan siapa calon yang akan diusung. Selain PKS, pihaknya juga menghargai tawaran partai lain.

Menurut dia, Partai Gerindra tidak hanya berkomunikasi dengan PKS, tapi juga dengan semua partai. Tapi, partainya memang belum mengambil sikap. Wakil Ketua Komisi II itu menerangkan, keputusan akan diambil sebelum Januari 2018. “Kemungkinan antara November dan Desember akan diumumkan,” tuturnya

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Copyright © 2019 LampuHijau.com - All rights reserved
Copyright © 2019 LampuHijau.com
All rights reserved