Bocah-Bocah Cilik yang Ikut Nyalon Gubernur di Kansas

Bocah-Bocah Cilik yang Ikut Nyalon Gubernur di Kansas

Admin
31 Okt 2017
Dibaca : 303x
Contoh Generasi Muda yang ikut Peduli Terhadap Bangsanya

 

LampuHijau – Melihat caranya berpakaian, tak ubahnya politikus pada umumnya. Celana panjang khaki, kemeja yang kancing bagian atasnya dibiarkan terbuka, dan blazer biru gelap.

Tapi, seandainya pemilihan gubernur (pilgub) Kansas diadakan sekarang, dia belum punya hak suara. Maklum, dia, Tyler Ruzich, baru berusia 17 tahun saat ini. 

Namun, saat pemilihan gubernur negara bagian yang secara geografis terletak persis di tengah Amerika Serikat itu dihelat tahun depan, dia tak cuma bisa memilih. Tapi sekaligus bisa dipilih! 

Ya, Ruzich adalah satu di antara lima pemuda belia berusia di bawah 18 tahun yang telah mendeklarasikan diri ikut pilgub Kansas.  ”Sudah sangat jelas bahwa para politikus (yang tua-tua itu) telah mengabaikan kita,” kata Ruzich tentang motivasinya mengikuti pilgub dalam debat di Lawrence Free State High School, Lawrence. 

Selain Ruzich, para pemuda belia lain yang siap bersaing adalah Jack Bergeson, Ethan Randleas, Dominic Scavuzzo, dan Joseph Tutera Jr (selengkapnya lihat grafis). Kansas memang satu di antara dua negara bagian AS yang tak membatasi umur para kandidat gubernur.  

Satu negara bagian lainnya di AS yang punya aturan serupa adalah Vermont. Dan di sana, ada bocah 13 tahun yang juga siap mengikuti pemilihan gubernur. 

”Ini hal yang positif. Publik perlu tahu bahwa generasi muda sudah siap untuk membikin gebrakan,” kata Bergeson, anak muda pertama yang mendeklarasikan diri, dalam debat yang sama. 

Selain karena tak adanya aturan pembatasan umur, keberanian para pemuda belia itu merupakan efek terpilihnya Donald Trump sebagai presiden AS. Menurut Ruzich, terpilihnya konglomerat kontroversial itu mengakibatkan segalanya menjadi mungkin di perpolitikan AS saat ini.

Tapi, jangan lantas menganggap anak-anak muda itu sekadar mencari sensasi. Mereka serius dengan pencalonan tersebut. Kemauan untuk datang dalam debat itu salah satunya. 

Di panggung, mereka juga tampak sangat menguasai visi dan misi yang telah disiapkan. Agenda yang mereka usung juga konkret. 

Salah satunya, dan ini menjadi bagian agenda dari seluruh kandidat, melegalkan mariyuana. Sangat khas anak muda. 

Tapi, kontras dengan citra konservatif Partai Republik, partai penguasa di Kansas. Padahal, dari kelimanya, hanya Bergeson yang mengaku mendukung Partai Demokrat. 

Lantas, punya peluangkah para pemuda belia itu? ”Pemilihan gubernur adalah persaingan yang sangat tidak bisa ditebak. Semuanya bisa menang,” kata Burdett Loomis, pakar ilmu politik dari University of Kansas. 

Yang meremehkan atau tak menganggap serius mereka juga perlu melihat apa yang terjadi di West Virginia. Di sana, pada 2014, Saira Blair yang ketika itu baru berusia 17 tahun berhasil menang dalam pemilihan anggota legislatif. Dia pun jadi legislator termuda Partai Republik. 

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Copyright © 2019 LampuHijau.com - All rights reserved
Copyright © 2019 LampuHijau.com
All rights reserved