Gala Premiere Murder on the Orient Express

Gala Premiere Murder on the Orient Express

Admin
4 Nov 2017
Dibaca : 293x
Film Adaptasi Novel Agatha christie

 

LONDON – Murder on the Orient Express jadi salah satu film paling ditunggu pada 2017. Sejak awal diumumkan, film adaptasi novel laris Agatha Christie tersebut mengundang perhatian. Butuh empat tahun buat studio Fox mewujudkan proyek tersebut. Kini penantian itu usai. Gala premiere digelar di Royal Albert Hall, London, pada Kamis malam (2/11).

Film tersebut bertabur bintang. Tak salah jika suasana karpet merah semeriah acara-acara penghargaan film. Ada Michelle Pfeiffer, Judi Dench, Penelope Cruz, Johnny Depp, Kenneth Branagh, Josh Gad, hingga Daisy Ridley. 

Gaun-gaun indah dikenakan para aktris. Pfeiffer memakai maxi dress perak dengan belahan dada rendah rancangan Prada. Aktris berusia 59 tahun tersebut melengkapi penampilannya dengan riasan natural dan rambut tergerai. Sementara itu, Dench tampil dengan gaya khasnya, gaun berpotongan longgar yang dilapisi jaket dalam warna serbahitam. Warna gelap juga dipilih Cruz dan Kelly Brook. Keduanya mengenakan gaun hitam dengan aksen berkilau yang mewah. Ridley tak kalah cantik dalam balutan maxi dress hijau zamrud rilisan Vivienne Westwood yang dibuat dari 40 meter kain tulle. Adapun barisan para aktor serempak tampil dengan setelan suit and tie. 

Branagh menyatakan, audiens pasti menyukai plot cerita Agatha Christie. Menurut dia, meski penulis kisah misteri itu menampilkan 15 tokoh, masing-masing punya karakter yang beragam. Kisahnya pun tidak gampang ditebak. ”Apalagi, di film ini kami didukung cast fantastis. Mereka punya kekuatan dan emosi yang bakal mengejutkan kalian,” ungkap pria yang menjadi pemeran utama Hercule Poirot dalam film tersebut sebagaimana dikutip AP. 

Aktor Irlandia Utara sekaligus sutradara film Murder on the Orient Express itu berterima kasih kepada Michael Green sebagai penulis naskah. Menurut Branagh, Green mampu meringkas keseluruhan cerita Christie dengan plot yang menawan. ”Naskahnya sangat menyentuh, seperti versi aslinya,” imbuhnya. 

Beradu akting dengan bintang-bintang berpengalaman serta punya nama besar membekas buat Depp. Meski tak diragukan lagi dia juga masuk jajaran A-lister Hollywood. Aktor yang dikenal lewat film Pirates of the Caribbean itu secara blak-blakan mengaku jatuh cinta kepada para lawan mainnya. ”Judi Dench adalah cinta sejatiku. Dia melayang,” ucapnya, menggambarkan akting aktris yang berusia 82 tahun tersebut. 

Dia juga memuji Branagh yang dinilainya sukses membesut kisah misteri tersebut. ”Saya masih terbayang-bayang betapa cantiknya film ini. Tiap potongan cerita bak puzzle yang menyatu dengan pas,” tutur Depp.

Menggarap adaptasi novel jelas merupakan beban tersendiri. Penonton pasti membandingkan dengan versi aslinya. Apalagi, penulisnya sekelas Agatha Christie –yang meski sudah tutup usia pada 1976, karyanya tetap dibaca hingga saat ini. Uniknya, tidak semua pemain tahu karya novelis legendaris itu. Antara lain Pfeiffer dan Leslie Odom Jr. 

Keduanya mengaku belum pernah membaca karya Christie. Pfeiffer menyatakan terkejut ketika namanya masuk daftar pemain. ”Dia terkenal dan merupakan salah satu penulis terbaik, tapi saya sama sekali belum pernah membaca novel atau menonton adaptasinya,” paparnya seperti dikutip Metro.

Odom mengaku baru membaca karya Christie setelah terpilih sebagai pemain dalam film itu. ”Saya baca skenario Michael Green, nonton versi adaptasinya, baru membaca naskah aslinya,” papar salah satu aktor musikal Hamilton tersebut. 

Menurut dia, versi adaptasi garapan Green punya twist yang cocok dengan penonton zaman now. ”Dia membuat perubahan kecil yang mengagumkan tanpa mengubah keseluruhan cerita. Karena itu, film tersebut terasa bak film action dan thriller,” imbuhnya.

Meski dimotori cast bintang, naskah apik, dan penggarapan yang panjang, Murder on the Orient Express masih mendapat rating standar. Yakni 67 persen dari Rotten Tomatoes dan 7,7 dari IMDb. Ulasan dari kritikus beragam. Todd McCarthy dari The Hollywood Reporter menyatakan bahwa film tersebut tidak berbeda dengan adaptasi Murder on the Orient Express yang dirilis pada 1974.

”Bedanya hanya ada di kumis pemeran utama. Kali ini kumisnya jauh lebih tebal,” paparnya. McCarthy memprediksi film tersebut sulit meraup pendapatan tinggi. Sementara itu, Peter Bradshaw, kolumnis The Guardian, menegaskan bahwa film tersebut terbilang mubazir. ”Banyak aktor dan aktris keren, tapi cuma satu yang mendapat jatah panjang,” paparnya. 

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Copyright © 2019 LampuHijau.com - All rights reserved
Copyright © 2019 LampuHijau.com
All rights reserved