reuni 212 2017

Metro TV dengan Sinisnya Menyebut Reuni 212 Disebut Perayaan Intoleransi

Tonton Taufik
2 Des 2017
Dibaca : 2934x
Semoga KPI Menskor Metro TV agar Tidak Bisa Bersiaran Selama 1 Bulan

Metro TV menampilkan editorial yang menyatakan acara Reuni 212 merupakan perayaan intoleransi. Sangat sering Metro TV membuat berita yang menyudutkan umat Islam, malahan kadang membuat geram umat Islam karena judul-judulnya yang memprovokasi umat Islam. Padahal pemilik Metro TV adalah Surya Paloh, orang Deli Serdang, Sumatra Utara. Atau mungkin Metro TV sudah jadi milik orang lain, non muslim, sehingga selalu memprovokasi berita umat Islam. Dari pembawa acaranya yang bilang dipukulin, padahal tidak, banyak hal kebohongan-kebohongan yang ditujukan kepada aksi bela Islam. Hal-hal kecil akibat dari aksi bela Islam jadi masalah, seperti tanaman rusak, sedangkan demo kebhinekaan, diberitakan secara hiperbola, padahal perusakan terhadap tempat demo lebih besar, seperti sampah dan tanaman yang rusak.

Jika pembuat editorial Metro TV non muslim, maka kami maklumi, karena dia tidak merasa kitab sucinya dihina. Tetapi kami juga ingin tahu, respon dia jika kitab sucinya dihina, apakah dia protes? Jika protes, apakah mau disebut intoleransi? 

Kalau kebebasan itu, bisa mengkomentari kitab suci lain, ditambah penghinaan, mungkin Indonesia akan segera terpecah belah. Bisa jadi akan terjadi kerusuhan rasial akibat ulah Metro TV.

Apakah Metro TV mau bertanggungjawab atas kerusuhan yang disulut oleh beritanya, dengan menyebut umat Islam sebagai umat yang intoleransi?

Sebaiknya liat keadaan, umat intoleransi itu, etnis Tionghoa, yang tidak pernah mau bergaul dengan lingkungan masyarakat setempat, memiliki pagar rumah yang tinggi, tidak pernah ikut gotong royong, apakah itu golongan yang toleransi? 

Semoga Metro TV diberi peringatan keras oleh KPI (Komisi Penyiaran Indonesia), untuk diskor selama 1 bulan tidak boleh siaran, karena telah membuat dampak buruk terhadap persatuan bangsa dan berpotensi memecah belah masyarakat, menyulut emosi agar umat Islam bertindak.


Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Copyright © 2019 LampuHijau.com - All rights reserved
Copyright © 2019 LampuHijau.com
All rights reserved