Tutup Iklan
JusKulitManggis
  
PDIP dan PKS Belum Ajukan Jagonya di Pilgub Sumsel 2018

PDIP dan PKS Belum Ajukan Jagonya di Pilgub Sumsel 2018

Admin
28 Nov 2017
Dibaca : 407x
Masih kotak katik Pasangan Calon Gubernur dan Wakilnya


Lampuhijau.com  - Masa pendaftaran pasangan calon (paslon) pilkada dari partai politik (parpol), Januari 2018, tinggal sebulan lagi. Dipastikan, tak ada bakal calon independen yang maju. Sedangkan dari partai politik, baru dua calon kantongi surat keputusan dukungan. 
Kedua bakal calon dimaksud yakni Ishak Mekki yang juga wakil gubernur Sumatera Selatan. Ketua DPD Partai Demokrat Sumsel itu, sudah memperoleh 15 kursi dukungan. Memenuhi syarat maju pilgub. Dia didukung Partai Demokrat (11 kursi), PBB (2), dan PPP (2). Hanya saja untuk pasangannya belum ditentukan. 
Demikian juga Dodi Reza Alex. Bupati Musi Banyuasin ini, memiliki 21 kursi dari Partai Golkar (10), PKB (6), dan Hanura (5). Khusus pasangan Herman Deru-Mawardi Yahya masih terganjal, kurang 4 kursi. Saat ini, pasangan yang sejak awal deklarasi sudah satu paket itu, didukung Nasdem (5) dan PAN (6). Tinggal dua parpol lagi, PDI Perjuangan dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang belum menentukan sikap. 
Terakhir bakal calon gubernur Saifudin Aswari Rivai. Bupati Lahat ini baru diusung parpolnya sendiri Gerindra, 10 kursi. Masih kurang 5 kursi lagi. Isu yang beredar, ada dua pasangan yang digodok DPP PKS. Yakni, Herman Deru-Mawardi Yahya dan pasangan Aswari Rivai-M Irwansyah Sofyan Rebuin, wali kota Pangkal Pinang,
Jika PKS menjatuhkan pilihan ke pasangan Aswari, siap-siap Herman Deru-Mawardi Yahya tak bisa maju atau batal berpasangan. Hanya saja, karena hampir semua lembaga survei menunjukkan elektabilitas Deru tinggi, banyak yang menginginkannya menempati posisi wakil. Santer terdengar misalnya, Ishak Mekki-Herman Deru. 
Sebaliknya, kalau PKS menjatuhkan pilihan pada pasangan Herman Deru-Mawardi Yahya, mau tidak mau Gerindra harus mengambil sikap. Utak-atik pasangan juga akan terjadi.
Lantas bagaimana dengan PDI Perjuangan? Sangat tergantung dengan sang ketua umum Megawati Soekarnoputri. Baik Dodi Reza Alex, Ishak Mekki, dan Herman Deru sudah melakukan komunikasi dengan petinggi partai moncong putih itu. 
  “Saya tetap optimis mencukupi 15 kursi. Masih punya peluang untuk menggaet parpol. Tunggu saja nanti, akan ada kejutan,” kata Deru yang mantan Bupati OKU Timur ini, tadi malam. Dia beralasan, hingga sekarang banyak parpol belum menegaskan dukungan dengan mengeluarkan SK penetapan calon. Yang ada baru sebatas klaim. Artinya dukungan itu masih bisa berubah. 
“Setahu saya ada 5 parpol yang belum mengeluarkan SK yaitu Demokrat, Gerindra, PDI Perjuangan, Hanura, dan PKS. Tapi silakan kroscek lagi ke DPP masing-masing,” ujarnya. Karena itu, katanya, tak perlu gelisah. “Santai saja. Politik ini dinamis dan cepat berubah,” imbuhnya. 
Saifudin Aswari juga belum mau blak-blakan terkait kabar PKS merapat ke dia. Dia juga tak terlalu khawatir baru punya 10 kursi partainya sendiri. “Santai saja. Kalau memang takdir siapapun bisa jadi gubernur,” katanya. Aswari menyebut perpolitikan Sumsel masih dinamis. Letupan letupan politik masih bisa terjadi dan siapapun bisa maju dan berpasangan. 
Dodi Reza Alex mengatakan untuk maju dirinya sudah punya bekal kendaraan politik. Dia sudah didukung Partai Golkar dan PKB. “Alhamdulillah, cukup untuk maju Pilgub Sumsel,” sebut putra sulung Gubernur Sumsel, Alex Noerdin, tersebut. 
Saat ini, dia juga masih konsolidasi dengan Partai Hanura dan PDI Perjuangan untuk mendapat dukungan resmi. “Tapi sudah dipastikan dukungan dua parpol itu. Nanti kita kabarkan deklarasinya,” jelas Dodi lagi.  
Menurut Dodi, untuk maju Pilguh, dirinya tak perlu mengundurkan diri dari jabatan Bupati Muba. Cukup cuti. Ini diatur UU No 10/2016 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati dan Wali Kota dan belum ada revisi. Demikian PKPU No 15/2017. 
Ishak Mekki mengaku sekarang ini yang terjadi, ada pasangan tapi belum cukup kursi. Atau cukup dukungan belum ada pasangan. “Tapi kalau saya sudah 15 kursi. Tidak ada keraguan Demokrat untuk mendukung saya. Alhamdulillah PPP dan PBB mencukupkan dukungan,” ujarnya. 
Karena itu, Ishak makin intens melakukan komunikasi dengan calon wakil. “Awal Januari 'kan tahapan KPU sudah mulai. Banyak persiapan untuk daftarkan diri, termasuk mencari calon wakil. Insya Allah bisa mendongkrak nama saya,” cetusnya. 
Ada beberapa nama calon wakil dan sudah diajukan ke pusat. “Selasa (hari ini, red) dibahas, siapa nanti yang dipilih, Ketum yang menentukan. DPP tidak mau gagal dalam Pilgub ini,” ujarnya. Mudah-mudahan, lanjut Ishak, awal Desember 2017, wakil sudah diumumkan. 
Sejauh ini, Ishak sudah keliling kabupaten/kota. Dia paham betul apa yang menjadi kebutuhan masyarakat. “Insya Allah kalau nanti diberi amanah, program-program yang saya rencanakan ke depan benar-benar menjadi kebutuhan warga.”
  Terpisah, Ketua DPW PKS Sumsel, Erza Saladin tak mau menanggapi isu yang beredar. “Belum ada dukungan resmi ke calon tertentu. Sekarang masih proses. Tunggu saja,” ujarnya. Dia pun menyebut, soal penentuan siapa diusung itu menjadi ranah DPP PKS. 
“Semua nama-nama calon yang muncul kita nilai. Calon yang akan didukung PKS itu yang kemungkinan besar menang pilgub,” ujarnya. Lalu, berpotensi mendulang dukungan rakyat dan bisa bekerja dengan PKS dalam berbagai aspek. Intinya mendatangkan kemaslahatan bagi masyarakat.
Sekjen PKS, Mustafa Kamal mengaku partainya masih mencari kecocokan dengan calon-calon yang menyatakan maju Pilgub Sumsel, sosok potensial dan teruji pengalamannya. “Hari ini kita masih membuka diri mencari paket pasangan yang ideal. Kami juga jalin komunikasi dengan parpol-parpol,” lanjutnya. 
Diakuinya, PKS tak mau gegabah menentukan pilihan. “Karena Sumsel ke depan punya tantangan besar, seperti Asian Games dan KEK TAA. Calon pemimpin yang kita inginkan itu harus tetap melanjutkan pembangunan yang ada,” bebernya. Tapi sepenuhnya, lanjut dia, DPP PKS mempercayakan ke PKS Sumsel untuk mengusulkan siapa yang akan diusung.
Sementara, hingga kemarin (27/11) DPD PDI Perjuangan Sumsel juga belum mau mempublish siapa yang diusung pada Pilgub Sumsel. “Sampai saat ini DPP PDI Perjuangan belum memutuskan siapa yang akan dipilih,” kata Bendahara DPD PDI Perjuangan Sumsel Yudha Rinaldi, kemarin. 
Menurutnya, penetapan calon menjadi ranah DPP dan DPD hanya menjalankan keputusan yang ada. Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristianto juga belum mau merespon pertanyaan terkait sosok yang akan diusung partai banteng merah itu nanti. 
Ketua DPD Partai Hanura Sumsel, H Mularis Djahri SH menjelaskan sejak awal Hanura mendukung Dodi Reza Alex sebagai calon gubernur Sumsel. “Sudah kita ajukan ke Ketua Umum, tinggal penandatanganan,” terangnya. Namun dia memastikan seminggu ke depan sudah ada nama yang muncul. 
“Nanti formatnya sudah B1 KWK atau siap untuk didaftarkan ke KPU bukan bentuk rekomendasi lagi,” bebernya. Namanya nanti sepaket diumumkan dengan pasangan, tapi Mularis tak memiliki kapasitas untuk membuka nama.  
  Ketua DPP Hanura, Fauzi Amro justru menyebut ada dua pasang kandidat yang berpotensi diusung. “Dodi Reza dan Herman Deru,” ujarnya ditemui di gedung Parlemen Senayan, Jakarta, kemarin (27/11). Fauzi menjanjikan kepastian siapa diusung dalam waktu dekat. Saat ini DPP tengah membahas intensif. “Pekan depan mungkin sudah kita putuskan. Nanti akan kita umumkan ke masyarakat soal siapa yang maju,” ujarnya.
Sementara beberapa parpol memastikan dukungan ke salah satu calon walaupun belum keluarkan SK. Sekretaris DPW PPP, Rizal Kenedy menerangkan dukungan PPP sudah diberikan ke Ishak Mekki. “Surat penugasan sudah kita berikan,” sebutnya. DPW PBB Sumsel juga beri dukungan ke Ishak Mekki. “Surat persetujuan prinsip sudah ada. Tinggal setelah ada pasangan (wakil), baru diproses surat keputusan (SK) dari DPP PBB,” kata Sekretaris DPW PBB Sumsel, Misnan Hartono. 

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Copyright © 2019 LampuHijau.com - All rights reserved
Copyright © 2019 LampuHijau.com
All rights reserved
Tutup Iklan
glowhite