Tutup Iklan
JusKulitManggis
  
sukmawati pdip

PDIP Makin Nyungsep, Akibat Puisi Sukmawati

Tonton Taufik
7 Apr 2018
Dibaca : 622x
Sukmawati menghina cadar, busana muslim dan adzan di puisinya

Sukmawati Soekarnoputri telah minta maaf hari ini, tgl 4 April 2018, hanya 3 hari sejak tgl 1 April 2018 saat dibacakan puisi buatannya.

Isi konferensi pers Sukmawati Soekarnoputri, adik dari Megawati Soekarno Putri, Ketua Umum PDIP:

1. Meminta maaf kepada sebagian umat Islam yang merasa tersinggung dengan puisinya.

2. Meminta maaf kepada yang kontra, karena menurutnya ada yang pro (setuju dengannya).

3. Menceritakan bahwa dia adalah anak proklamator Negara Indonesia, Soekarno, beragama Islam.

4. Puisi itu menunjukkan kebhinekaan.

Terlihat dari mimik wajah Sukmawati, meminta maaf yang tidak tulus, masih berbicara "sebagian umat Islam", ini menunjukkan bahwa Sukmawati ingin semua umat Islam di dunia menghujatnya, baru dia mengatakan semua umat Islam.

Jika tidak ada pengaduan secara hukum atas puisinya, mungkin dia tidak akan meminta maaf.

Mungkin menurut Sukmawati, Islam itu tidak termasuk di dalam kebhinekaan. Di dalam pikirannya, adzan itu mengganggu, busana muslim itu tidak cocok untuk orang Indonesia, dan syariat Islam tidak pantas ada di Indonesia.

Kebodohan Sukmawati, adik dari Megawati ketua umum partai PDIP, dipertontonkan di acara Indonesia Fashion Week 2018. Kebodohan akan dirinya yang tidak mengikuti ajaran Islam. Pada konferensi pers, Sukmawati mengaku Islam sebagai agamanya.

Soekarno pernah bilang jika orang Islam tidak bisa mengikuti ajaran Islam, dia itu orang Islam sontoloyo.

Pada saat membuat puisi Ibu Indonesia, pasti berpikir dan menggunakan waktu yang tidak sebentar. Bukan seperti Ahok yang tidak memakai text, untuk mengucapkan Al Quran bohong. Sukmawati menulis puisi Ibu Indonesia dengan penuh kesadaran, tanpa ada tekanan, seua kata dipikirkan olehnya.

Beberapa penghinaan terhadap agama Islam:

1. Ahok, pendukungnya: PDIP, Nasdem, PKB, PPP

2. Viktor Laiskodat, pendukungnya: Nasdem

3. Megawati Soekarnoputri, ketua umum PDIP

4. Sukmawati Soekarno, adik Megawati, ketua umum PDIP

 

Viktor Laiskodat, menyatakan jika khilfah ada di Indonesia, umat beragama lain akan dibunuh, padahal sejarah membuktikan bahwa jika Islam yang menjadi mayoritas, umat agama lain tenang. Berbeda jika umat Islam menjadi minoritas, pasti akan dibantai, contohnya di Myanmar dan Serbia.

Megawati pernah bilang bahwa ulama itu peramal masa depan, bisa mengetahui kejadian setelah meninggal, padahal ulama sendiri belum pernah tahu tentang akherat. Itu menunjukkan bahwa Megawati tidak percaya adanya akherat, kehidupan setelah mati.

PDIP makin rusak dimata calon pemilih umat Islam, maju kena mundur kena. Jika Sukmawati tidak diproses hukum, citra PDIP makin melorot, sedangkan jika diproses, Sukmawati adalah adik dari ketua umum PDIP.

Walaupun Sukmawati sudah melakukan safari minta maaf ke beberapa ulama, didukung oleh ulama yang pro pemerintah, untuk dimaafkan, tetapi dimata umat Islam, Sukmawati telah antipati terhadap umat Islam.  Masyarakat makin mencap PDIP sebagai partai anti-Islam.

Apakah jika PDIP menang kembali di pemilihan presiden, akan terulang kembali penghinaan ke umat Islam, dan bebas dari hukum?

 

 

 

 

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Copyright © 2018 LampuHijau.com - All rights reserved
Copyright © 2018 LampuHijau.com
All rights reserved
Tutup Iklan
belireview