Sepenggal Cerita Rizieq Batalkan Kepulangannya ke Tanah Air

Sepenggal Cerita Rizieq Batalkan Kepulangannya ke Tanah Air

Nur AK
22 Feb 2018
Dibaca : 244x
Rizieq mengurungkan niatnya untuk pulang, dengan alasan mendapat wasiat dari gurunya di Madinah.

Imam Besar Front Pembela Umat Islam (FPI), Muhammad Rizieq bin Hussein Syihab atau akrab disapa Habib Rizieq hingga kini masih betah berdiam diri di Saudi Arabia. Keberadaannya di Tanah Suci Umat Islam tersebut tercatat sejak ditetapkan ia sebagai tersangka kasus chat berbau pornografi dengan Firza Husein, 29 Mei 2017 silam.

Namun, Rizieq mengurungkan niatnya untuk pulang, dengan alasan mendapat wasiat dari gurunya di Madinah. Tak lama berselang, gurunya tersebut meninggal dunia.

"Beliau kembali menegaskan wasiatnya kepada saya, 'jangan kau kembali ke Indonesia sebelum kau mendapat bisyarah dan isyarah (petunjuk dan simbol)'. Innalilahi Wa Innailaihi Rajiun, baru beberapa hari lalu beliau guru saya tercinta wafat meninggal dunia," kata Habib Rizieq via pesan suara di Masjid Baitul Amal, Cengkareng, Tangerang, Rabu (21/2/2018).

Namun, apakah itu adalah fakta yang memang benar terjadi? Atau hanya alasan Rizieq saja untuk mengulur-ulur waktu kepulangannya?

Dikatakan oleh Ketua Lembaga Dakwah Front Pembela Islam (FPI) Habib Novel Chaidir Hasan Bamukmin bahwa Rizieq memang memiliki banyak agenda selama berada di Tanah Suci. Salah satunya berdakwah dan menerima jemaah asal Indonesia.

"Luar biasa kesibukan beliau selain menerima tamu dari seluruh dunia yang umrah yang kenal Habib Rizieq mereka mampir ke kediaman beliau. Kalau jemaah Indonesia jangan ditanya lagi dah penuh rumah habib," jelasnya.

Selama berhijrah ke Mekkah dan Madinah, Habib Rizieq mengaku banyak didatangi ulama, pimpinan pesantren, pimpinan Ormas, hingga tokoh politik. Pertemuan itu kerap membahas seputaran kepulangan dirinya ke Tanah Air.

"Dari yang menghendaki saya menunda kepulangan karena kekhawatiran mereka terhadap keselamatan saya maupun keselamatan keluarga dan umat Islam," kata Habib Rizieq.

"Bahkan di antara ulama sepuh ada juga yang melaksanakan istikharah di berbagai daerah dalam rangka untuk memberi masukan kepada saya. Alhasil aneka masukan dan nasehat saya dapatkan, baik dari yang menghendaki agar saya segera pulang karena ingin kembali bersama berjuang melawan para pecundang," imbuhnya.

Menurutnya, bangsa Indonesia saat ini tengah diuji lantaran adanya kelompok pecundang yang licik dan jahat untuk melakukan provokasi terhadap umat Islam.

"Tentu ini sangat berbahaya karena ini bisa mengantarkan kepada pertumpahan darah, nauzubillah min zalik," tukasnya.

 

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Copyright © 2019 LampuHijau.com - All rights reserved
Copyright © 2019 LampuHijau.com
All rights reserved