Burj Khalifa, Gedung Tertinggi di Dunia, Punya Zona Waktu yang Berbeda

Burj Khalifa, Gedung Tertinggi di Dunia, Punya Zona Waktu yang Berbeda

Nur AK
22 Jan 2018
Dibaca : 1077x
Burj Khalifa adalah salah satu ikon kota Dubai. Hingga kini, Burj Khalifa masih mendapat predikat sebagai gedung tertinggi di dunia.

Dubai, memiliki sejuta pesona tempat wisata yang sangat indah. Dengan penataan yang begitu hampir mendekati sempurna, tak heran kalau wisatawan asing tak mau kembali ke negara asalnya. Apalagi jika Anda menikmati pemandangan Dubai di malam hari. Beberapa lampu penerangan akan menghiasi kota bagian Uni Emirat Arab tersebut.

Burj Khalifa adalah salah satu ikon kota Dubai. Hingga kini, Burj Khalifa masih mendapat predikat sebagai gedung tertinggi di dunia. Dengan ketinggian 828 meter dan jumlah lantai sebanyak 160, lebih unggul dari Shanghai Tower yang hanya memiliki ketinggian 632 meter.

Saking tingginya, gedung ini memiliki tiga waktu berbeda, maksudnya zona waktu antara yang berada di bawah dengan di atas berbeda. Hal ini bisa dirasakan saat masyarakat muslim Dubai menjalankan ibadah puasa. Penasaran seperti apa perbedaannya? Beriku ulasannya, dilansir dari Golden Rama:

Perlu diketahui, perbedaan waktu di Burj Khalifa terjadi karena pancaran matahari di bagian bawah tidak sama dengan yang ada di bagian atas. Pasalnya, ketinggian gedung tersebut yang membuat ada perbedaan waktu beberapa menit bagi penghuni yang berada di atas dengan di bawah. Tidak samanya waktu pancaran matahari ini lah yang akhirnya memiliki perbedaan ketika sahur dan berbuka puasa bagi penghuni di bagian atas dengan yang berada di bawah.

Agar penghuni Burj Khalifa dapat berpuasa sesuai syariat. Ulama di sana sepakat untuk membagi tiga zona waktu. Bagi mereka yang tinggal di lantai 80 hingga 150 akan lebih lama berbuka puasanya dua menit dibandingkan dengan yang ada di lantai dasar. Sementara mereka yang ada di lantai 151 hingga 160 akan lebih lama tiga menit dengan zona di lantai dasar.

Sementara untuk waktu sahur, mereka yang tinggal di lantai atas akan melihat mentari lebih cepat di bandingkan dengan yang ada di bawah.

Ulama di Dubai pun sepakat mengenai adanya perbedaan waktu ini.

"Burj Khalifa memiliki ketinggian hampir satu kilo meter. Artinya, penghuni di bagian atas masih bisa menikmati matahari ketika waktu senja," tutur salah seorang ulama di Dubai, Ahmed Abdul Aziz.

 

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Copyright © 2019 LampuHijau.com - All rights reserved
Copyright © 2019 LampuHijau.com
All rights reserved