Tutup Iklan
jus kulit manggis
  
Cara Cermat Amati Sesak Napas

Cara Cermat Amati Sesak Napas

Maman Soleman
31 Jul 2018
Dibaca : 94x
Sesak Napas dapat mengganggu aktivitas karena pasokan oksigen ke paru-paru terganggu.

Jalan bergegas, menaiki tangga, berlari, atau tengah menghadapi peristiwa besar kadangkala menyebabkan sesak napas. Tak seperti gejala fisiologis lainnya, sesak napas banyak dianggap biasa saja. Dapat dimengerti karena setelah mengalami sesak napas, tak butuh waktu lama sistem pernapasan tubuh akan kembali normal. Namun, ada baiknya jika kita mengenal lebih dalam tentang sesak napas. Terutama, bagaimana cara cermat amati sesak napas?

Pernapasan yang normal adalah 12-20 kali dalam satu menit. Lebih dari standar itu, kita mengalami sesak napas. Frekuensi napas yang lebih dari normal terjadi karena aktivitas jantung yang lebih cepat karena tubuh butuh oksigen lebih banyak untuk mengisi paru-paru.

Siapa saja dapat mengalami sesak napas, yang perlu dicermati adalah penyebabnya. Sesak napas dapat digolongkan pada dua penyebab utama, bukan karena penyakit dan karena penyakit. Sesak napas yang terjadi karena respons fisiologis disebabkan karena aktivitas tubuh di luar normal. Misalnya, berlari, tergesa-gesa, atau saluran napas yang terimpit. Penanganannya relatif mudah, kita hanya perlu beristirahat dan melonggarkan pakaian agar sirkulasi oksigen lebih lancar.

Sesak napas karena penyakit akan lebih susah reda dibandingkan dengan sesak napas fisiologis. Sesak napas karena penyakit biasanya disebabkan oleh gangguan yang terjadi pada paru-paru atau jantung. Beberapa gangguan pada paru-paru dapat menyebabkan sesak napas seperti paru-paru basah, radang paru-paru (pneumonia), paru-paru bocor, atau penyakit paru obstruksi seperti asma yang paling banyak ditemukan di masyarakat. Sementara untuk gangguan pada jantung yang bisa menyebabkan sesak napas antara lain karena gagal jantung atau ketika jantung berhenti berdenyut.

Penderita asma dapat mengendalikan diri agar tak mudah muncul. Beberapa anjuran yang disarankan antara lain menghindari pencetus alergi, tidak sering meminum air es, serta rutin berolahraga. Olahraga, dapat menurunkan risiko tercetus alergi ataupun menghindari terjadinya sesak napas.

Lebih jauh lagi, olahraga dapat meningkatkan daya tahan tubuh karena sel-sel tubuh dapat lebih segar jika seseorang rutin berolahraga. Ini juga berlaku untuk menurunkan potensi terkena penyakit paru-paru lain. Bahkan, untuk penderita asma, olahraga seperti joging dan berenang dapat melatih pernapasan lebih baik dan lebih lancar.

Tips lainnya, jika tubuh terasa tidak enak, lain dari biasanya, apalagi jika ditambah batuk berkepanjangan, atau sesak napas yang kerap muncul dan lama reda, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter. Banyak penderita yang terlambat mengetahui bahwa mereka terkena penyakit paru-paru kronis akibat tidak waspada dengan tubuh sendiri. Untuk anak kecil bisa lebih mudah lagi, penyakit paru biasanya membuat bibir anak lantas biru.

Jika tengah menjalani pengobatan akibat gangguan paru-paru, mengenakan masker dapat efektif untuk meminimalkan penularan. Yang terpenting seperti kiat kesehatan lain, jaga pola hidup agar lebih sehat, menjaga makanan, serta tidak merokok.

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Copyright © 2018 LampuHijau.com - All rights reserved
Copyright © 2018 LampuHijau.com
All rights reserved
Tutup Iklan
hijab