Harapan PSM Makasar jadi Jawara Liga 1 Menguap sudah

Harapan PSM Makasar jadi Jawara Liga 1 Menguap sudah

Admin
7 Nov 2017
Dibaca : 303x
Kalah Tragis 0-1 saat Injury Time lawan Bali United


LampuHijau  - Habis sudah peluang PSM Makassar untuk bisa mengamankan gelar juara Liga 1 musim ini. Itu setelah tim besutan Robert Rene Alberts itu harus mengakui keunggulan tim tamu Bali United FC dengan skor 0-1 (0-0) dalam pertandingan pekan ke-33 di stadion Andi Mattalatta, Makassar, tadi malam. 
Dan, gelandang serang naturalisasi Bali United berdarah Belanda, Stefano Lilipaly yang membuyarkan mimpi tuan rumah untuk naik ke podium juara. Berdiri bebas tanpa kawalan di mulut gawang membuat Fano tanpa rintangan menkonversikan umpan silang striker mereka asal Belanda, Sylvano Comvalius dari sisi kanan gawang menjadi gol. 
Tragisnya, gol kemenangan Laskar Tridatu -- julukan Bali United -- itu terjadi di menit ke-95 atau saat masa injury time babak kedua sudah berakhir. Praktis, tidak ada lagi kesempatan bagi tuan rumah untuk mengejar ketertinggalan itu. Pasalnya, setelah melakukan selebrasi, Murzabekov Eldos, wasit asal Krigiztan langsung meniup peluit panjang. 
Tak terima dengan kekalahan tersebut, para suporter tuan rumah sudah merangsek masuk ke lapangan dan sebagian besar yang berada di atas tribun melakukan pelemparan berupa botol mineral ke arah bench pemain. Kondisi itu membuat manajemen PSM harus turun di tengah lapangan untuk menenangkan masa. 
"Saya meminta maaf kepada seluruh pendukung. Kami berjanji akan berusaha untuk memberikan yang lebih baik lagi di musim depan," ujar CEO PSM Munafri Arifuddin. Berdiri di samping Munarfi, terlihat kapten PSM, Hamka Hamzah serta sejumlah pemain lain terlihat sedih dan  menitikan air mata.    
Memang, dengan kekalahan itu, peluang PSM untuk menjuarai kompetisi musim ini sudah tertutup. Sebab, poin maksimal mereka adalah 65, sama dengan raihan Bali United saat ini. Namun, tim asal Sulawesi Selatan itu tetap saja kalah head to head karena sudah mengalami dua kekalahan setiap kali jumpa Bali United. 
Sementara itu, kemenangan itu membuat Bali United memuncaki klasemen sementara dengan koleksi 65 poin dan masih menyisahkan satu laga, menjamu tim degradasi, Gresik United (12/11) mendatang. Melihat performa lawan yang tidak pernah menang dalam sembilan laga terakhir, Bali United dipastikan tidak kesulitan untuk meraih poin maksimal di laga pamungkas itu.
"Kami sangat bersyukur dengan kemenangan ini, karena secara otomatis kesempatan kami untuk juara terbuka lebar," kata CEO Bali United, Yabes Tanuri tadi malam. "Setelah dari Makasar, kami langsung fokus untuk pertandingan terakhir melawan Gresik. Tapi, kami belum bisa tenang karena masih tergantung degan hasil dua pertandingan terakhir Bhayangkara," ucapnya. 
Saat ini, hanya Madura United dan Bhayangkara FC yang masih berpeluang untuk menggeser posisi Bali United tersebut. Namun, dari kedua tim itu, The Guardian -- julukan Bhayangkara -- yang paling berpeluang. Sebab, selisih poin Bhayangkara dengan pemuncak klasemen hanya dua poin, dan mereka masih menyisahkan dua pertandingan. 
Hanya saja, dua laga terakhir tim besutan Simon Mc Menemy itu juga tidak kalah berat, bertandang ke markas Madura United, Rabu (8/11) besok, dan menjamu Persija Jakarta dalam derby Patriot di laga pamungkas, 12 November mendatang. Bila berhasil memenangkan dua laga tersebut, Bhayangkara yang lebih berpeluang sebagaii juara. 
 

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Copyright © 2019 LampuHijau.com - All rights reserved
Copyright © 2019 LampuHijau.com
All rights reserved