Makan Kenyang dan Murah untuk Para Traveller di Negeri Sakura

Makan Kenyang dan Murah untuk Para Traveller di Negeri Sakura

Nur AK
11 Nov 2017
Dibaca : 950x
Makanan merupakan pilihan kedua yang menguras uang setelah akomodasi.

Bagi Anda, pecinta wisata ke luar negeri. Urusan makan selalu menjadi pertimbangan para traveler, apalagi saat traveling ke Jepang. Jepang memang merupakan salah satu tempat wisata termahal di dunia.

Tentunya Anda mengenal Kyoto-Jepang yang dianggap sebagai tempat wisata yang mahal oleh sebagian traveler. Pasalnya, untuk sekali makan berat bisa saja Anda meraup kocek sekitar Rp 100.000.

Namun, ada rahasianya untuk makan kenyang dan murah di Negeri Sakura tersebut.

Sebagai perbandingan, camilan berbahan nasi seperti onigiri harganya berkisar 100-150 Yen (Rp 10.700-16.100). Onigiri adalah sejenis lemper atau bacang, berbentuk segitiga dan dibungkus nori, isinya bisa ayam, sapi, ikan atau sayur.

Tapi yang namanya camilan memang tidak mengenyangkan. Sedangkan makanan sungguhan seperti ramen sampai makanan Jepang di resto atau kedai makan harganya dari 600-1.200 Yen (Rp 64 ribu-130 ribu). Dalam sehari, kita bisa menghabiskan berapa duwit ya? Apakah kita lebih memilih untuk tidak makan saja? Sebenarnya itu bukan pilihan sih.

Nah… ada rahasia makan enak, kenyang dan murah di Jepang yang sering dibahas di berbagai situs backpacker. Salah satunya traveler traveling ke Kyoto membuktikan rahasia tersebut: bento.

Pasti tahu dong bento, nasi kotak khas Jepang yang isinya adalah aneka lauk pauk. Anda mungkin kaget, harga sekotak bento ada di kisaran 250 Yen saja (Rp 27 ribu), jauh lebih murah dari pada makan di gerai ramen, udon atau restoran lainnya. Tantangannya adalah, dimana mencari penjual bento?

Sebenarnya ada banyak toko penjual bento, terutama di kawasan niaga karena pembelinya adalah warga Jepang yang butuh bekal makanan sambil berangkat kerja. Tapi memang agak repot mencarinya kalau tidak paham bahasa Jepang.

Cobalah buka mata Anda di kawasan ramai, perempatan, stasiun, terminal, dekat halte. Tempat semacam itu biasanya ada toko penjual bento. Opsi lainnya adalah mencari bento di supermarket. Namun toko bento punya keunggulan karena baru dimasak, jadi masih hangat.

Ada seorang traveler yang kebetulan menemukan toko bento di Kyoto tepatnya di perempatan Shijo Dori dan Horikawa Dori, saat sedang mencari halte bus ke Toei Kyoto Studio. Traveller tersebut tidak paham tulisan apa pun di depan toko kecil itu kecuali angka 250 yang besar.

Saat masuk ke dalam, suasana toko penuh hiruk pikuk orang memasak aneka makanan goreng, mengepak makanan dalam kotak bento plastik dan menumpuk kotak-kotak bento sampai rapi. Bento-bento yang sudah dikemas, ditumpuk sesuai menunya. Ada yang pakai ikan, ayam karage, sayur masyur, kari atau daging babi. Semuanya dihargai sama, 250 Yen (Rp 27 ribu) saja. Tampilannya pun cantik dan menarik, nasinya ditaburi wijen hitam dan satu buah plum sehingga nasi putihnya tampak seperti bendera Jepang. Orang-orang masuk membeli 1-2 kotak bento, kemudian pergi lagi berangkat kerja. Bento memang tidak untuk dimakan di tempat melainkan take away.

Selain itu, memasak dan membeli bahan mentah ke Supermarket bisa dilakukan jika memang Anda tinggal di tempat teman atau hostel yang memiliki dapur. Di supermarket juga banyak jenis nasi yang siap dipanaskan. Biasanya satu porsi nasi seharga 200-300 yen untuk porsi 2-3 orang. Ditambah bisa membeli telur. Jadi cukup membuat telur dadar atau dicampur nasi dan bumbu nasi goreng yang dibawa dari Indonesia. Selain itu, bisa menjumpai berbagai macam lauk seperi ikan goreng, ayam goreng, gorengan semacam bakwan, dan banyak lagi. Rata-rata harganya 99 yen sampai 300 yen.

Tersedia pula kedai makan rice-bowl seperti Sukiya, Yoshinoya, atau Matsuya. Sukiya bisa didapatkan ketika jalan-jalan di Kobe. Harganya bervariasi tergantung jenis makanan dan besar mangkuknya. Untuk chicken rice bowl yang kecil harganya 380 yen dan yang besar 480 yen. Ada menu tambahan seperti salad dan telur. Untuk minum, kita disediakan minum ocha dingin gratis dan bisa refill sesuka hati.

Jepang memang negara yang gila. Hampir semua barang bisa dibeli di vending machine. Biasanya vending machine ada yang menyediakan soba dan udon di stasiun. Biasanya para salary man membeli soba atau udon, karena mereka super sibuk sehingga butuh yang cepat dan instan. Bahkan sering kali, kedai soba dan udon ini tidak menyediakan tempat duduk, melainkan makan sambil berdiri.

Jadi apa sih soba dan apa itu udon? Keduanya adalah nama dari jenis mie. Bagi yang memperhatikan kehalalan sebuah makanan, udon dan soba ini tergolong aman karena menggunakan kaldu ikan. Beda halnya dengan ramen yang bisa saja menggunakan kaldu babi.

Kemudian pilihan yang terakhir adalah Toko 100 yen. Toko ini biasanya banyak tersebar di kota-kota besar.

Jadi tak ada alasan untuk takut ke Jepang, bukan? Ada berbagai macam cara untuk bisa menghemat budget. Kalau memang memiliki budget yang terbatas, Anda bisa mengikuti cara-cara di atas. Misalnya saja, menghemat makan selama beberapa hari untuk kemudian bisa makan mewah di malam terakhir.

Bagaimanapun Jepang memiliki beragam kuliner yang wajib untuk dinikmati, misalnya sushi, sashimi, dan beragam makanan yang hanya terdapat di restoran yang harganya tak wajar bagi kita yang tinggal di Indonesia. Jadi, lebih baik simpan yang terbaik untuk di akhir, bukan?

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Copyright © 2021 LampuHijau.com - All rights reserved
Copyright © 2021 LampuHijau.com
All rights reserved