Pembangunan Proyek Tol Btg-Smg Penyebab Kematian dan Kecelakaan Mistis

Pembangunan Proyek Tol Btg-Smg Penyebab Kematian dan Kecelakaan Mistis

Nur AK
29 Maret 2018
Dibaca : 318x
Menurut Kosim, ada kawasan mistis yang terkena proyek tol tersebut, yakni hutan di muara Kali Sepepe, Ngaliyan.

Pembangunan ruas tol Batang-Semarang seksi IV, wilayah Ngaliyan, Kabupaten Semarang, memunculkan aksi protes dari warga yang tinggal di sekitar kawasan tersebut. Pasalnya, sejak pembangunan dimulai ada beberapa orang yang meninggal dunia misterius di kawasan itu lantaran pembangunan tol dinilai melanggar norma di daerah tersebut.

Beberapa kematian yang sempat terjadi di antaranya:

Kematian anak Suratinah, warga Jalan Raya Tambakaji, Kampung Bringin Kulon, RT 03/RW IV, Kecamatan Ngaliyan, Semarang, yang bernama Nafi Yahya Nursati, pada 7 Maret 2018. Putranya meninggal akibat menghindari gundukan tanah proyek tol saat tengah melintas di ujung tol yang sedang dibangun menggunakan sepeda motornya.

Muazin bernama Pak Jupri, meninggal usai azan di Masjid Baitul Mustagfirin.

Ada pula warga yang meninggal usai kerokan, yang awalnya dikira hanya masuk angin biasa.

Menanggapi hal itu, Takmir Masjid Baitul Mustagfirin, Nur Kosim menuturkan akan segera mengadakan doa tolak bala bersama warga yang akan diselenggarakan di masjid yang berlokasi di tengah jalan tol itu. Dengan tujuan agar tak lagi korban karena pembangunan tol. Sebab, selama ini belum ada ritual selametan dari pihak tol.

Menurut Kosim, ada kawasan mistis yang terkena proyek tol tersebut, yakni hutan di muara Kali Sepepe. Di situ terdapat sungai yang bentuknya kecil tapi terkenal angker sekali. Kabarnya, setiap Selasa kliwon ada ular besar lewat di situ atau penampakan sekumpulan bebek yang beberapa kali sempat dilihat warga.

Saking angkernya, Kosim menambahkan tak ada satupun warga yang berani menjamah kawasan Kali Sepepe. Yang mana, sejak dulu menurut kepercayaan warga sekitar, kawasan itu tidak boleh dirusak karena saking keramatnya.

Selain menelan korban jiwa, ada kejadian lain yang tak masuk akal seperti mobil yang tiba-tiba meluncur hingga bawah tol saat terparkir. Lalu, kecelakaan kerap dialami pengguna jalan di dekat terowongan jalan tol. Serta banyak yang luka-luka akibat menabrak pembatas jalan di dalam terowongan.

Kosim berharap, dalam doa tolak bala itu akan dihidangkan pula sesaji nasi gudangan dan bubur abang putih, agar warga dijauhkan dari marabahaya.

Tak hanya di kawasan Ngaliyan, kecelakaan tak wajar juga kerap terjadi di beberapa spot proyek tol Batang-Semarang lainnya, hingga menewaskan beberapa korban.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Copyright © 2019 LampuHijau.com - All rights reserved
Copyright © 2019 LampuHijau.com
All rights reserved