PT MRT Jakarta Diduga Menjalin Kerjasama "Gelap" dengan PT Tower Bersama dan PT Saratoga

PT MRT Jakarta Diduga Menjalin Kerjasama "Gelap" dengan PT Tower Bersama dan PT Saratoga

Nur AK
19 Des 2017
Dibaca : 352x
Sandiaga Uno adalah mantan direktur PT Saratoga.

PT Tower Bersama memenangkan proyek untuk bertanggung jawab terhadap layanan tersebut di area stasiun atau terowongan bawah tanah hingga kedalaman lebih dari 20 meter. Tower Bersama berhasil mengalahkan delapan perusahaan lain, yaitu PT Akses Mega Persada, PT Akses Prima Indonesia, PT Solusi Tunas Pratama, PT Inti Bangunan Sejahtera, PT Consistel Indonesia, PT Telekomunikasi Indonesia, PT MAC Sarana Djaya, dan PT Aliran Raya Mitra.

Ada tiga perusahaan yang punya saham paling banyak di perusahaan ini. PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) bersama Provident Capital Indonesia pada 2004 lalu membeli saham Tower Bersama. Keduanya adalah pemegang saham terbesar kedua dengan jumlah 25,52 persen. Hanya lebih sedikit dari PT Wahana Anugerah Sejahtera yang memiliki 29,39 persen saham.

PT Saratoga adalah perusahaan yang didirikan Sandiaga Uno. Sandi sempat menjabat sebagai Presiden Direktur. Sandi terus menjalankan bisnis hingga pada tahun 2015 memutuskan terjun ke dunia politik dengan bergabung dengan Partai Gerindra. Posisinya di Saratoga digantikan Edwin Soeryadjaya. Kini hanya tersisa kakaknya, Indra Cahya Uno, yang menjabat sebagai komisaris. 

Relasi Saratoga dan Sandi dikhawatirkan menimbulkan konflik kepentingan dalam pemilihan PT Tower Bersama.

Koordinator Divisi Riset Indonesia Corruption Watch (ICW) Firdaus Ilyas mengkhawatirkan konflik kepentingan yang justru dapat merugikan PT MRT sendiri. Menurutnya, untuk mencegah tudingan kongkalikong, PT MRT harus berani bersikap transparan.

Corporate Secretary PT MRT Hikmat juga membantah dugaan tersebut. Menurutnya lelang sudah dilakukan secara terbuka sejak April 2017. Ia mengatakan, beauty contest (nama mekanisme seleksi) telah diumumkan di dua media, yakni Harian Kompas dan Bisnis Indonesia. 17 peserta kemudian mendaftar pada tahap awal pelelangan. 

"10 dan 13 April itu pendaftaran dan pengambilan dokumen, terus forum tanya-jawab dan site visit. Kami ajak mereka ke tempat lokasi yang akan ada pemasangannya. Setelah itu pengambilan tata teknis 8 Mei 2017. Peserta turun jadi 11," ungkapnya.

Pada 19 Juni, peserta yang memasukkan proposal berkurang menjadi hanya 9 perusahaan. 5 dari 9 perusahaan itulah, ujar Hikmat, yang masuk ke tahap presentasi dan penilaian.

"Kami melakukan evaluasi 11-15 Juli. Lalu kami kerucutkan menjadi lima peserta untuk melakukan presentasi di hadapan direksi tanggal 5 September. Dari lima itu, tanggal 29 September kita lakukan penilaian ternyata hanya untuk dua perusahaan saja," imbuhnya. 

Pada 10 Oktober, 6 hari sebelum Anies Baswedan-Sandiaga Uno dilantik, PT Tower Bersama pun terpilih sebagai pemenang "beauty contest" sekaligus mitra bagi PT MRT. 

"Itu artinya, ya, memang tidak ada [kepentingan] karena terpilihnya sebelum [Sandiaga] dilantik," tegas Hikmat. 

Terbukanya lelang atau beauty contest juga dikuatkan pernyataan Koordinator Komunikasi PT Telkom Indonesia, Arif Prabowo. Ia membenarkan pihaknya mengikuti tender pengadaan wifi di MRT Jakarta tersebut. Namun, pada tahap akhir pemilihan, bukan Telkom yang dipilih.

"Telkom mengikuti proses tender dimaksud dan ikut sebagai peserta tender, namun tidak dinyatakan sebagai pemenang pada akhir proses tersebut," katanya.

Seluruh proses tender dilakukan PT MRT Jakarta dengan menggunakan sistem e-Procerement (e-Proc). Sistem dengan laman https://eproc.jakartamrt.com ini sudah disiapkan sejak 2015, namun baru diluncurkan pada 6 Desember 2017. 

Pengumuman dibukanya tender penyedia konektivitas seluler dan wifi dilansir pada 10 April 2017. Disebutkan bahwa seleksi untuk jadi mitra berlaku untuk area operasional MRT Jakarta fase 1. Kemudian, pengumuman daftar peserta tahapan pemasukan dokumen proposal beauty contest penyedia konektivitas seluler dan wifi dilansir pada 4 Juli 2017. 

Dalam dokumen Nomor 010/EXT/BCTELCO/MRT/VII/2017 tersebut, disebutkan bahwa pada Senin, 19 Juni 2017, pukul 08.00-14.00, di kantor PT MRT Jakarta, telah dilakukan pemasukan dokumen dengan total sembilan peserta. Tim seleksi kemudian melakukan evaluasi terhadap proposal yang masuk.

Tahap selanjutnya tim seleksi akan mengundang kandidat yang lulus tahapan evaluasi untuk presentasi. Pada tahap ini lah kandidat mengerucut jadi lima, dan kemudian hanya dua. 

PT Tower Bersama kemudian diputuskan menang melalui surat Pengumuman Pemenang Nomor 012/EXT/BCTELCO/MRT/X/2017, ditandatangani oleh Tb. Hikmatullah, Ketua Tim Seleksi untuk Mitra Penyedia Telekomunikasi (Konektivitas Seluler dan wifi) pada 10 Oktober 2017

 

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Copyright © 2019 LampuHijau.com - All rights reserved
Copyright © 2019 LampuHijau.com
All rights reserved