Tutup Iklan
Tryout.id
  
Ananta Lestarikan Batik Generasi Muda Lewat LKS Tingkat Jateng

Ananta Lestarikan Batik Generasi Muda Lewat LKS Tingkat Jateng

Nur AK
6 Jan 2018
Dibaca : 332x
Ia merupakan satu-satunya siswa laki-laki jurusan tekstil di sekolahnya.

Rupanya, putra bangsa ini ada juga yang memiliki bakat di bidang batik. Sebut saja, Ananta Bagus Pratama berhasil baru-baru ini menyabet juara satu dalam Lomba Kompetensi Siswa (LKS) tingkat Jawa Tengah pada bidang kriya tekstil.

Ananta berasal dari siswa jurusan tekstil, yang juga merupakan satu-satunya laki-laki di jurusan tekstil di sekolahnya. Namun hal itu tidak membuatnya minder. Ia mampu mengikuti semua pelajaran di jurusan tersebut dengan baik. Lebih dari itu, ia juga mampu mengungguli teman-temannya. Dengan menorehkan berbagai prestasi khususnya di bidang batik.

”Di jurusan ini memang jarang ada siswa laki-laki, saat ini bahkan hanya saya satu-satunya laki-laki di jurusan tekstil. Baik dari kelas X, XI maupun kelas XII,” jelasnya.

Meski begitu, pelajar kelas XII SMK N 2 Jepara itu tak menjadikanya masalah. Ia justru tertantang untuk belajar sebaik mungkin dan terus berprestasi.

Laki-laki kelahiran Jepara, 26 Maret 2000 ini mengatakan, ia menyukai batik sejak duduk di bangku SMP. Saat itu kebetulan batik menjadi salah satu pelajaran di sekolahnya.

”Awalnya saya suka desain-desainnya saja, lama-lama makin suka batik dengan semua prosesnya,” tuturnyanya dilansir dari Jawa Pos Radar Kudus, Sabtu (6/1/2018).

Putra dari pasangan Sulistiono dan Dian Widiyanti itu melanjutkan, saat SMP ia sudah ikut lomba batik. Ia berhasil menjuarai lomba desain batik pelajar SMP tingkat Kabupaten Jepara sebanyak 2 kali.

”Dua tahun berturut-turut juara dua,” ungkapnya.

Selain belajar membatik di sekolah, ia juga sering belajar membatik di Nalendra Galeri milik Suyanti yang merupakan ketua paguyuban batik Jepara. Berbekal kemampuan itulah, anak pertama dari dua bersaudara tersebut memantabkan diri mendalami batik dengan masuk di jurusan tekstil.

Saat ini remaja yang tinggal di RT 5/RW 5, Desa Mulyoharjo, Kecamatan Jepara, beberapa kali menorehkan prestasi di tingkat Jawa Tengah. Pertama yakni saat ia ambil bagian dalam lomba desain batik kategori pelajar dalam rangkaian HUT Jawa Tengah yang dipusatkan di Jepara pada 2017 lalu. Ia berhasil meraih juara satu dengan desain unik yang dibawanya yakni motif burung merak. Desain itu dipadukan motif khas Jepara yakni relung-relungan, bunga kantil, dan daun jumbai.

Setelah kompetisi itu, ia mengambil bagian dalam seleksi LKS tingkat kabupaten. Pada seleksi itu dia berhasil menjadi yang terbaik dan didaulat mewakili Kabupaten Jepara di tingkat Jawa Tengah.

Sebelum maju ke LKS tingkat provinsi, Ananta mengaku memiliki waktu sekitar satu bulan untuk berlatih. Hanya saja latihan tidak dilakukan satu bulan penuh. Hanya saat ada jam praktik saja.

Selama latihan, Ananta mengaku, membutuhkan waktu empat hari untuk membuat batik. Padahal dalam lomba dia harus menuntaskan batik dari awal sampai akhir hanya tiga hari.

”Tapi saya tetap optimis. Bersyukur saat proses lomba saya bisa selesai tepat waktu,” harapnya.

Dalam lomba tersebut, Ananta akan bersaing dengan tujuh peserta lain dari seluruh Jawa Tengah. Masing-masing membawa motif kearifan lokal masing-masing. Ia sendiri mengunggulkan motif perang obor yang merupakan salah satu gelaran budaya di Jepara. Itu dipilih karena selama ini belum ada motif perang obor yang diangkat dalam batik.

Salah satu teknik dalam pembuatan batik harus berani bermain warna. Beberapa warna yang mempercantik batiknya adalah kuning, merah, biru, hijau, hitam dan orange. Banyak warna ditorehkan di bagian apinya.

”Juri sempat mempertanyakan mengapa saya pakai banyak warna dan menggunakan warna-warna cerah. Saya jelaskan alasannya karena saya ingin generasi muda juga bisa tertarik dengan batik,” ungkap pelajar yang juga merupakan anggota Paskibraka 2016 ini.

Pada ajang itu, ia harus melewati tahap pembuatan batik dan presentasi. Semua berhasil dilaluinya dengan baik sehingga ia keluar sebagai juara satu se-Jawa Tengah.

”Selanjutnya maju ke tingkat nasional. Namun waktunya saya belum tahu,” imbuhnya.

Ia pun berharap, karyanya bisa membawakan nama baik bagi Jepara tempat kelahirnya.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Copyright © 2019 LampuHijau.com - All rights reserved
Copyright © 2019 LampuHijau.com
All rights reserved
Tutup Iklan
hijab