Tutup Iklan
SabunPemutih
  
kampanye jokowi

Kesalahan Fatal Jokowi yang Membuatnya Tidak Dipilih Lagi Jadi Presiden

Tonton Taufik
4 Mei 2018
Dibaca : 2686x
Banyak janji kampanye yang tidak dilaksanakan alias berbohong, tidak menepati janji, janji palsu

Beberapa hal kesalahan fatal pemerintahan Joko Widodo:

1. Jokowi terlihat sangat mendukung REKLAMASI, dengan segala cara ingin reklamasi tetap berlanjut. Walaupun gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, telah menolak melanjutkan reklamasi, sesuai dengan janji pada saat kampanye, pemerintah mengambil alih putusan reklamasi. Selanjutnya pemerintah pasti akan berusaha keras untuk melaksanakan kondominium di pulau reklamasi tersebut.

2. HUKUM yang tebang pilih, sangat terlihat, bagi pendukung pemerintah, selalu bebas dari hukum, walaupun menghina agama Islam sekalipun, polisi tidak melanjutkan perkara. Hanya Ahok yang terjerat dan masuk penjara, itu pun dengan demonstarasi yang besar-besaran. Ahok pun bukan di penjara tetapi tinggal di Mako Brimob.

Sedangkan bagi pengkritik pemerintah, selalu dianggap intoleran dan radikal, dan bisa berujung penjara. Dan penjaranyapun bukan Mako Brimob seperti Ahok.

3. KEBEBASAN PERS dibungkam. Sekarang hampir semua meda mainstream pro pemerintah, hanya beberapa yang bisa dijadikan rujukan yang berimbang. Facebookpun sudah pro pemerintah, semua fanpage yang tidak mendukung pemerintah diberangus, sedangkan fanpage hoaks seperti "KataKita" dan lainnya, yang berisi hinaan ke ulama masih tetap eksis. Dari hal ini, kemungkinan besar Facebook tidak mungkin ditutup di Indonesia. Tidak ada satupun fanpage yang bersebrangan dengan pemerintah, semuanya ditutup. Tokoh-tokoh politik yang pro pemerintah, selalu bebas dari jerat hukum, walaupun mereka menghina agama Islam sekalipun, tidak tersentuh hukum.

4. PERPRES 20/2018 yang mempermudah Tenaga Kerja Asing (TKA) untuk mencari pekerjaan di Indonesia. Wajibnya TKA untuk menggunakan bahasa Indonesia, dengan adanya perpres baru ini, wajib berbahasa Indonesia berubah menjadi kursus bahasa Indonesia saja. Dahulu pada saat peraturan tentang TKA berbahasa Indonesia, yaitu dengan maksud untuk proses transfer teknologi dari TKA ke pekerja Indonesia. Sejak adanya Perpres 20/2018, ditemukan banyak pelanggaran, ditemukan TKA unskilled yang seharusnya bisa dilakukan oleh pekerja Indonesia.

Malahan saat ini ditemukan ditengah hutan, warga RRC yang membuat koloni. Bahkan media di RRC, ditemukan KTP untuk warga negara RRC, warga negara RRC bisa memiliki KTP Indonesia?

5. JANJI yang pernah dilontarkan pada saat kampanye, semua janji kampanye Jokowi tidak ada yang terlaksana. Dari subsidi sampai kebijakan untuk mempersulit investor yang nakal. Beberapa janji yang tidak dilaksanakan:

  • Ingin membuat kabinet ramping, ternyata jumlahnya lebih dari jaman SBY.
  • Ingin menempatkan Jaksa Agung, seorang profesional, ternyata orang dari partai Nasdem.
  • Menambah 10 juta lapangan pekerjaan, kenyataannya malahan lapangan pekerjaan buruhpun diberikan ke TKA.
  • Akan Swasembada pangan, tidak akan impor pangan lagi. Malahan impor pada saat panen raya.
  • Akan memberikan dana desa sebesar 1.4 Milyar/tahun. Tidak ada.
  • Janji mau menghapus Ujian Nasional, kenyataannya masih ada UN sampai sekarang.
  • Tidak akan bagi-bagi kursi kabinet ke partai pendukungnya. Ternyata bagi-bagi juga.
  • Mendikbud dari PGRI, ternyata tidak.

 

 

 

 

 

 

 

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Copyright © 2018 LampuHijau.com - All rights reserved
Copyright © 2018 LampuHijau.com
All rights reserved
Tutup Iklan
JusKulitManggis