Menristekdikti Menuntut Guru Profesional

Menristekdikti Menuntut Guru Profesional

Nur AK
23 Nov 2017
Dibaca : 310x
M. Nasir berharap guru dapat menanamkan semangat menjadi pembelajar sepanjang hayat dengan terus mengembangkan potensi dirinya.

Guru profesional dituntut memiliki kompetensi dalam mengaplikasikan bidang ilmu dengan memanfaatkan kemajuan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Mereka tak hanya dituntut menghasilkan lulusan yang cerdas dan terampil, namun juga berbudi pekerti luhur, bertaqwa kepada Tuhan yang Maha Esa, serta mampu bersaing secara global.

Sentral peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) memang dinilai dari tingkat pendidikannya. Baik buruknya kualitas pendidikan tidak lepas dari tanggung jawab guru dalam menyampaikan pengetahuan kepada peserta didik sebagai penerus bangsa.

Seiring dengan tuntutan tersebut, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Terbuka (UT) mengadakan acara Temu Ilmiah Nasional Guru yang ke-9 (TING-9). Acara ini bekerja sama dengan Microsoft Education, memfasilitasi guru, dosen, dan praktisi pendidikan untuk berlatih menggunakan teknologi Abad 21 dalam Pembelajaran di kelas.

Acara yang bertajuk “Pendidikan abad 21: Fungsi dan Peran dalam Pembelajaran” ini di Universitas Terbuka Convention Center (19/11), turut mengundang Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir. Nasir mengungkapkan bahwa salah satu tantangan terbesar di era digital saat ini yang tidak dapat dihindari guru, dosen, atau praktisi pendidikan lainnya adalah perkembangan TIK yang sangat pesat.

Nasir juga mengungkapkan hasil pendidikan guru dan prestasi siswa Indonesia, bisa dilihat dari hasil survei, seperti Programme for International Students Assessment (PISA). PISA mengukur kemampuan siswa berumur 15 tahun dalam bidang matematika, sains, dan membaca. Data ini menjadi tolok ukur keberhasilan dan kemajuan pendidikan suatu negara.

“Dosen dan guru harus mampu beradaptasi dengan teknologi, agar mampu menjadikan lulusan-lulusan yang kompetitif dan mampu berdaya saing,” ungkap Mohamad Nasir.

Upaya peningkatan kualitas guru menjadi semakin penting dan merupakan peluang yang luar biasa, bila mencermati hasil kajian Pricewaterhouse Coopers (PwC) 2017, antara lain bonus demografi, Sumber Daya Alam (SDA), dan pertumbuhan ekonomi yang stabil, Indonesia pada tahun 2050 berpotensi menjadi negara dengan perekonomian keempat terbesar di dunia, melampaui Jepang, Jerman dan Inggris.

Pemerintah harus mempersiapkan pekerja terampil (skilled workers), SDM yang unggul dan mampu berkompetisi dalam sistem ekonomi baru yang tidak lagi didasarkan pada kekayaan SDA dan upah buruh yang murah, tetapi juga kepada kreativitas penciptaan serta pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi yang baik (knowledge based economy).

“Guru diharapkan sejak dini dapat menanamkan semangat menjadi pembelajar sepanjang hayat dengan terus mengembangkan potensi dirinya, agar mampu membawa para siswa menjadi pembelajar yang sadar akan peran dan tugasnya di masa depan,” harap Nasir.

Ke depannya, acara ini diharapkan mampu membangun kerangka pikir, menghimpun gagasan dan pengalaman, sehingga dapat menjadi inspirator serta initiator perbaikan mutu proses serta hasil pendidikan secara berkelanjutan.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Copyright © 2019 LampuHijau.com - All rights reserved
Copyright © 2019 LampuHijau.com
All rights reserved