Nikki Haley Memperingatkan pada Rezim Korut akan Hancur Jika Perang Pecah

Nikki Haley Memperingatkan pada Rezim Korut akan Hancur Jika Perang Pecah

Nur AK
1 Des 2017
Dibaca : 309x
Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk PBB, Nikki Haley diutus pada sebuah pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB.

Konflik antara AS dengan Korut ternyata belum mereda juga. Kabarnya, Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk PBB, Nikki Haley, memperingatkan rezim Korea Utara (Korut) akan benar-benar hancur jika sebuah perang pecah. Peringatan itu muncul sehari setelah Korut meluncurkan rudal balistik antar benua dalam sebuah uji coba provokatif baru.

Sebelumnya, Trump dalam pidato pertamanya di Perserikatan Bangsa-Bangsa pada bulan September mengatakan bahwa, Amerika Serikat memiliki kekuatan dan kesabaran yang besar, namun jika dipaksa untuk mempertahankan diri atau sekutunya, kita tidak memiliki pilihan selain menghancurkan Korea Utara secara total.

Dewan Keamanan PBB pada bulan September menyetujui sanksi baru terhadap Pyongyang sebagai hukuman atas uji coba rudal dan nuklir keenam Korut, yang dilakukan pada 3 September.

Duta Besar Amerika Serikat (AS) mengungkapkan bahwa AS tidak pernah berniat menyulut api terhadap Korut, tetapi AS masih tidak percaya dan mereka tetap akan siaga jika terjadi tindakan agresi lanjutan.

"Kami tidak pernah mencari perang dengan Korea Utara, dan hari ini kami masih belum mencarinya. Jika perang memang terjadi, itu akan terjadi karena tindakan agresi lanjutan seperti yang kita saksikan kemarin," kata Nikki Haley pada sebuah pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB.

AS pun memastikan bahwa jika perang datang, maka rezim Korut akan hancur sama sekali. Apa maksudnya?

"Dan jika perang datang, jangan salah. Rezim Korea Utara akan hancur sama sekali," sambungnya.

"Bangsa-bangsa di dunia memilikinya di dalam kekuasaan mereka untuk mengisolasi lebih jauh, berkurang dan, dengan keinginan Tuhan, membalikkan jalan yang berbahaya dari rezim Korea Utara," tukasnya seperti dikutip dari NBC News, Kamis (30/11/2017).

Haley juga meminta semua negara untuk memutuskan hubungan dengan Korut, dan mendorong China untuk menghentikan pasokan minyak ke rezim tersebut.

"China dapat melakukan ini sendiri, atau kita dapat mengambil situasi minyak ke dalam tangan kita sendiri," tegasnya.

Komentar Haley tentang penghancuran rezim Korut dalam hal perang mencerminkan bahasa yang digunakan oleh Presiden Trump awal tahun ini. Kala itu ia memperingatkan bahwa Korut akan "dipenuhi dengan api, kemarahan yang tidak pernah dilihat dunia ini sebelumnya jika terus mengancam AS.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Copyright © 2019 LampuHijau.com - All rights reserved
Copyright © 2019 LampuHijau.com
All rights reserved