Pendamping Ridwan Kamil masih belum ada yang Cocok di Pilgub Jabar 2018

Pendamping Ridwan Kamil masih belum ada yang Cocok di Pilgub Jabar 2018

Admin
11 Nov 2017
Dibaca : 483x
Calon Wakil Kemungkinan Dipilih Ridwan Kamil Sendiri

LampuHijau – Partai koalisi pendukung Ridwan Kamil belum sepakat dengan nama Daniel Muttaqien, yang diajukan Partai Golkar sebagai calon wakil gubernur Jawa Barat. Mereka masih melakukan komunikasi politik untuk memutuskan siapa yang akan menjadi calon orang nomor dua di Jabar itu.

Sekjen DPP Partai Nasdem Johnny G Plate mengatakan, sebagai partai yang paling pertama mengusung Emil sebagai calon gubernur Jabar, Nasdem menyerahkan sepenuhnya calon wakil gubernur kepada Wali Kota Bandung itu. Menurut dia, sudah ada daftar nama-nama calon yang disodorkan partai koaliasi. Ada calon yang diajukan Partai Golkar, PKB, dan PPP.

Atau mungkin, kata dia, ada kader Partai Nasdem yang cocok untuk Emil. Yaitu, Ketua DPW Partai Nasdem Jabar Saan Mustofa dan Supiadin Aries Saputra, anggota DPR RI dari dapil Jabar XI. ”Semua itu kami serahkan kepada Emil,” papar dia saat berkunjung ke redaksi Rakyat Merdeka di Graha Pena Jakarta kemarin (10/11).

Plate menerangkan, Emil bisa mengambil satu atau dua nama dari daftar calon yang sudah diajukan partai pendukung. Setelah itu, dia bisa menyerahkan nama yang dipilih untuk dibahas di internal partai koaliasi. Ia berharap, Emil secepatnya memutuskan nama, karena waktu pendaftaran Pilkada 2018 semakin mepet.

Politikus asal NTT itu mengatakan, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi calon wakil gubernur, yaitu ada kecocokan atau chemistry dengan Emil. Selain itu, calon wakilnya harus memahami visi dan misi yang dimiliki calon gubernur dan yang tidak kalah penting adalah pendampingnya harus bisa meningkatkan elektoral.

”Kalau masalah elektoral mungkin bisa jadi perdebatan di internal partai koalisi, tapi kalau chemistry harus datang dari Emil,” ucapnya.

Terkait dengan nama Daniel Muttaqien yang diusung Partai Golkar, Plate mengatakan, masing-masing anggota partai koalisi memiliki gaya dalam mengusulkan calonnya. Partai Golkar memilih mengeluarkan surat dukungan, ada juga partai yang menyampaikan calonnya lewat media masa. Kalau Partai Nasdem, lanjut dia, menyerahkan sepenuhnya kepada Emil.

Bagaimana jika nanti Emil memilih Daniel? Plate mengatakan, dia tidak mau berandai-andai, karena khawatir akan dianggap memihak. Biarlah calon gubernur yang menentukan nama pendampingnya. Masih ada waktu untuk berpikir secara matang dan jernih dalam memutuskan calon wakil gubernur.

Legislator dari dapil NTT I itu menegaskan bahwa partai koalisi belum ada kesepakatan nama yang akan menjadi calon wakil gubernur mendampingi Emil. Mereka baru akan menentukan calon jika sudah ada nama yang disodorkan Emil.

Sementara itu, Wasekjen DPP PPP Achmad Baidowi mengatakan, penentuan calon wakil Emil sebaiknya dilakukan melalui hasil survei. Sampai saat ini, nama Bupati Tasikmalaya Uu Ruzanul Ulum lebih unggul di beberapa lembaga survei. Sebelumnya, PPP sudah mengumumkan nama Uu sebagai calon wakil gubernur Jabar mendampingi Emil.

Menanggapi calon wakil gubernur yang diusung Partai Golkar, Awiek, panggilan akrab Achmad Baidowi menyatakan bahwa tanpa Partai Golkar, Emil sudah mempunyai tiket untuk maju sebagai calon gubernur.

Menurut dia, banyak calon yang diusung partai dengan koalisi terbatas, tapi bisa memenangkan pesta demokrasi. Emil mengatakan, dia menyerahkan kepada partai koalisi untuk menentukan calon yang akan mendampingi dirinya pada pemilihan gubernur (Pilgub) Jabar tahun depan.

Jika dirinya yang memutuskan, maka dikhawatirkan ada pihak yang tidak bisa menerima. Dia hanya menentukan kriteria, yaitu mempunyai nilai kepemimpinan dan elektabilitas.

”Sedang dimusyawarahkan, kan masih ada dua bulan,” terang Emil saat menghadiri acara peringatan hari pahlawan di kantor Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) kemarin. 

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Copyright © 2020 LampuHijau.com - All rights reserved
Copyright © 2020 LampuHijau.com
All rights reserved