Rusia Adakan Pemilu Tak Serentak, WN Rusia Terpencil dan di Luar Negeri Didahulukan

Rusia Adakan Pemilu Tak Serentak, WN Rusia Terpencil dan di Luar Negeri Didahulukan

Nur AK
28 Feb 2018
Dibaca : 419x
Menurut Undang-Undang Rusia bahwa pemilu awal harus dimulai 20 hari sebelum tanggal penetapan suara.

Kali pertamanya warga negara Rusia yang tinggal di daerah terpencil ditunjuk mengawali Pemilihan Umum Presiden Rusia yang dimulai pada Senin (26/2/2018). Hal itu karena mengingat sulitnya akses menuju pemukiman mereka.

Menurut Undang-Undang Rusia bahwa pemilu awal harus dimulai 20 hari sebelum tanggal penetapan suara. Jadi, hasil penetapan suara akan dilaksanakan pada 18 Maret mendatang.

Tak hanya WN terpencil, WN Rusia yang berada di luar negeri juga diizinkan untuk memilih lebih awal. Dengan pemungutan suara untuk mereka dapat dimulai pada tanggal 2 Maret. Sesuai dengan laporan dari Komisi Pemilihan Pusat Rusia, Pemilu awal tahun ini akan diadakan di 17 pos di 11 negara asing. Selain itu, kelompok warga tertentu diperbolehkan untuk memilih di 140 pos di 74 negara lainnya.

Di Indonesia sendiri, Warga Rusia akan melaksanakan Pemilu untuk memilih presiden mereka di Kompleks Staf Kedubes Rusia di Jakarta, pada tanggal 4 Maret mendatang.

Dilansir dari laman Russia Today, KPP Rusia memperkirakan akan ada 150.000 warga yang mengikuti pemilu presiden awal tahun ini. Mayoritas dari mereka, atau sekitar 120.000 orang, bekerja di daerah terpencil dan sulit dijangkau di Siberia dan Timur Jauh Rusia. Pekerjaan mereka seperti tukang minyak, penambang emas, penggembala rusa kutub, periset dan lain-lain.

Selain itu, sekitar 30.000 pemilih awal adalah pelaut dalam perjalanan dan ekspedisi jangka panjang. Pihak panitia sudah menyediakan 1.000 tempat pemungutan berbasis kapal bagi mereka.

Sementara itu, untuk tentara Rusia, Wakil Ketua Komisi Pemilu Pusat, Nikolai Bugayev, mengatakan sebagian besar tentara memilih di pos 'sipil' biasa sehingga KPP memutuskan untuk memotong jumlah tempat pemungutan suara di wilayah pangkalan militer.

Dengan demikian, jumlah total warga yang berhak memilih dalam Pemilihan Umum Presiden Rusia tahun 2018 berjumlah sekitar 109 juta jiwa.

 

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Copyright © 2020 LampuHijau.com - All rights reserved
Copyright © 2020 LampuHijau.com
All rights reserved