Tak Hanya Sibuk Mengurus Pilkada dan Pilpres, PDIP Juga Sibuk Menganalisis Politik dan Hukum

Tak Hanya Sibuk Mengurus Pilkada dan Pilpres, PDIP Juga Sibuk Menganalisis Politik dan Hukum

Nur AK
21 Des 2017
Dibaca : 434x
PDIP mengkritik kinerja Kejaksaan Agung (Kejagung).

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dinilai sangat jeli dalam menganalisis masalah politik dan hukum di Indonesia. Baru-baru ini, PDIP mengkritik kinerja Kejaksaan Agung (Kejagung). Kritik itu disampaikan dalam Seminar Nasional Refleksi Hukum Akhir Tahun Bidang Hukum, di Jakarta, Kamis (21/12/2017).

PDIP menilai penegakan hukum oleh Kejaksaan Agung selama 2017 tidak sesuai program Nawacita atau sembilan agenda prioritas Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi). 

“Salah satu yang kita soroti adalah kejaksaan. Sebenarnya kalau kita melihat kejaksaan, Kejaksaan hanya jalan di tempat,” jelas Ketua DPP PDIP Bidang Hukum HAM dan Perundang-undangan, Trimedya Panjaitan pada acara tersebut. 

Trimedya pun menilai politisasi tidak terhindarkan karena Jaksa Agung berasal dari partai politik.

"Ini kesulitan terbesar kalau Jaksa Agung dari partai politik. Politisasi yang dilakukan oleh Kejaksaan Agung, terhadap kader-kader partai lain, yang bukan satu partai dengan partainya Pak Jaksa Agung, itu terjadi,” ungkapnya. 

Trimedya menceritakan ada beberapa kader PDIP yang menjadi kepala daerah ditekan oleh kejaksaan. Mereka dikatakannya dijadikan target, kemudian dicari kesalahannya.

“Terus terang saja, PDI Perjuangan, tiga yang telah menjadi korban. Jadi diintip dari partai mana, kemudian diintip dulu dosanya,” cetus anggota Komisi III DPR ini.

Trimedya mengaku sudah menyampaikan langsung mengenai hal itu kepada Jaksa Agung dalam rapat kerja di Komisi III DPR. Dia pun berharap agar penegakan hukum oleh Kejagung pada 2018 benar-benar profesional.
 
Sekretaris Jenderal DPP PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan, pernyataan Trimedya merupakan bentuk evaluasi penegakan hukum selama 2017. Menurutnya, hal tersebut sebagai bentuk komitmen PDIP dalam mendukung upaya penegakan hukum yang sebenar-benarnya.

“PDI Perjuangan menentang setiap upaya politisasi hukum, siapa pun yang melakukan,” ungkapnya.

Seminar yang dibuka oleh Sekjen DPP PDIP Perjuangan Hasto Kristiyanto itu dihadiri sejumlah pembicara seperti pakar hukum pidana Romli Atmasasmita dan Ganjar Laksmana Bonaprapta, pakar hukum tata Negara Irman Putra Sidin, Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Brigjen Pol M Fadil Imran, Mendagri Tjahjo Kumolo, Ketua KPU Arif Budiman, Ketua Bawaslu Abhan, dan Staf Ahli Kapolri Irjen Pol Iza Fadri, serta Ketua Bapilu PDI Perjuangan Bambang Dwi Hartono.

Semakin dekatnya Pilkada 2018 dan Pemilu 2019 tidak menyurutkan PDIP untuk selalu meninjau masalah politik dan hukum di Indonesia. Di tengah-tengah kesibukannya mempersiapkan agenda tersebut, sejumlah pengurus PDIP melakukan analisis kinerja pemerintahan dalam hal ini kejaksaan.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Copyright © 2020 LampuHijau.com - All rights reserved
Copyright © 2020 LampuHijau.com
All rights reserved