Gerindra-PAN-PKS Lakukan Pemanasan Koalisi Pemilu 2019

Gerindra-PAN-PKS Lakukan Pemanasan Koalisi Pemilu 2019

Nur AK
21 Maret 2018
Dibaca : 300x
Saat ini, Partai Gerindra terus menggenjot komunikasi intens bersama PKS dan PAN.

Saat ini beberapa partai terlihat melakukan pemanasan koalisi dengan mengumpulkan beberapa perwakilannya untuk merundingkan capres dan cawapres Pemilu 2019.

Saat ini, Partai Gerindra terus menggenjot komunikasi intens bersama PKS dan PAN. Dikatakan oleh Wakil Ketua Umum Gerindra, Ferry Juliantono, Gerindra selalu terbuka denga semua usulan partai yang dekat dengan partainya.

PKS mengaku sudah mengantongi sembilan nama pasangan capres-cawapres. Satu di antaranya adalah Presiden PKS Sohibul Iman. Sementara PAN mengusulkan Ketumnya, Zulkifli Hasan yang siap sebagai capres maupun cawapres.

Proses pengambilan keputusan tersebut dilakukan dengan musyawarah, yang menghasilkan kesepakatan dari pihak Gerindra untuk mengusung keduanya agar mendampingi Prabowo nantinya.

Ferry sendiri tidak merasa khawatir akan terulangnya masa lalu Prabowo yang kalah ketika Pilpres 2014. Menurutnya, saat ini masyarakat sudah kritis dan menyadari dengan pengelolaan ekonomi oleh pemerintah Jokowi tak sesuai dengan apa yang dicita-citakan rakyat. Pemerintah juga belum bisa menjaga ketertiban masyarakat.

Dulu, tambahnya, selisih antara perolehan suara Jokowi dan Prabowo hanya 5%. Masyarakat yang hanya memandang sebelah mata pemerintahan Jokowi saat menjadi Walikota Solo yang meraih kesuksesan. Namun, saat diuji untuk menghandel seluruh wilayah negara ini, memang ada perubahan, akan tetapi beberapa masyarakat kecewa lantaran perekonomian hancur. Terlebih umat Islam kecewa, apalagi ormas.

Kesadaran masyarakat tersebut melahirkan ideologi baru untuk memilih Presiden Baru. Kendati demikian, Gerindra tengah mengumpulkan kekuatan politik untuk melancarkan gerak Prabowo dalam meraih Indonesia yang lebih maju.

Saat ini sudah ada PKS dan PAN yang baru berani melakukan pemasanasan koalisi dengan Gerindra. Namun, PKS tak mau kalau Prabowo dijodohkan dengan mantan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, karena mereka memiliki latar belakang yang sama. Sehingga diperlukan musyawarah mufakat yang cukup intens.

"Pak Gatot militer, Prabowo militer. Tidak elok," tutup Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera.

Hal itu telah terdengar dari mulut Gatot sendiri, saat dirinya secara langsung menyampaikan ingin menjadi capres atau cawapres di hadapan Prabowo.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Copyright © 2019 LampuHijau.com - All rights reserved
Copyright © 2019 LampuHijau.com
All rights reserved