Pelajar Tertangkap karena Sabu, Lalu Mengadu ke Orang Tua Sambil Menangis

Pelajar Tertangkap karena Sabu, Lalu Mengadu ke Orang Tua Sambil Menangis

Nur AK
20 Maret 2018
Dibaca : 531x
NFR mengaku masih duduk di bangku SMK di Banjarmasin.

Sudah tau cengeng, masih berani macem-macem dengan aturan negara.

Ungkapan itu cocok ditujuan kepada NFR (20) yang ditangkap personel Polresta Pekanbaru karena ketahuan mengantongi sabu seberat 1,5 kilogram.

NFR mengaku masih duduk di bangku SMK di Banjarmasin. Ia sangat menyesali perbuatannya. Melihat ia tertangkap basah oleh satuan petugas kepolisian, ia meminta perlindungan kepada orang tuanya sambil menangis.

NFR mengaku, ia diupah Rp 15 juta untuk mengantarkan sabu tersebut dari Pekanbaru ke Jakarta. NFR menjelaskan kalau uang hasil dari mengantarkan sabu itu, rencananya akan digunakan untuk biaya sekolahnya.

Namun, nasib malang justru menimpanya. Ia keburu ditangkap polisi sebelum ke bandara untuk menyusul dua temannya yang lebih dulu tertangkapt. Ia hanya menjadi pesuruh dari abangnya.

"Yang menyuruh saya, abang sepupu. Katanya mau dikasih Rp 15 juta, tapi baru Rp 1 juta yang diberikan. Kalau sudah dikasih semuanya, rencananya mau saya berikan ke orangtua uangnya, ya untuk biaya sekolah," jelasnya.

Seperti kita ketahui, NFR yang tergolong masih muda tersebut hanyalah panjang tangan dari dua kurir sabu lainnya.  Sebelumnya, dua orang pelaku berinisial MZ dan DO ditangkap saat mereka berencana menaiki Batik Air dengan tujuan Jakarta, pada Sabtu (17/3/2018). Petugas keamanan Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru berhasil mengamankan barang bukti sabu masing-masing 750 gram di selangkangan mereka, yang kemudian menangkapnya saat proses pemeriksaan badan.

Setelah kejadian tersebut, Kapolresta Pekanbaru Kombes Susanto, menambahkan keterangannya bahwa, pasca penangkapan tersangka DO dan MZ, pihak kepolisian mendapat laporan dan lagsung melakukan pengembangan. Alhasil, petugas menangkap NFR di sebuah hotel di Pekanbaru dengan barang bukti 1,5 kilogram sabu. Berdasarkan kartu identitas KTP, ketiga tersangka merupakan warga Banjarmasin.

Namun, polisi tak lantas berhenti sampai di situ saja. Pihaknya masih akan terus melakukan pengembangan. Sebab, diduga masih ada keterlibatan pelaku lainnya.

Susanto mengungkapkan bahwa masih ada dua orang lagi yang akan mereka buru. Mereka akan menyelidiki asal usul sabu dalam jumlah besar tersebut yang dibawa oleh NFR.

Sampai saat ini, pihaknya menebak sabu kelas kakap itu berasal dari luar Provinsi Riau bahkan menembus ke luar negeri. Karena sabu itu juga akan dikirim ke luar Riau, yakni dari Riau ke Jakarta.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Copyright © 2020 LampuHijau.com - All rights reserved
Copyright © 2020 LampuHijau.com
All rights reserved