Tutup Iklan
jus kulit manggis
  
Persiba Degradasi ke Liga 2 Indonesia

Persiba Degradasi ke Liga 2 Indonesia

Admin
11 Nov 2017
Dibaca : 196x
Supporter Persiba akan terus Bernyanyi walau Persiba Turun Kasta

LampuHijau – Persiba Balikpapan tidak perlu khawatir berjuang di Liga 2, musim depan. Tim yang berdiri pada 1950 itu punya dua kelompok suporter yang setia. Yakni, Balikpapan Suporter Fanatik (Balistik) dan Persiba Fans Club (PFC). Tentu juga masyarakat Kota Beriman.

Itu terlihat jelas tadi malam (10/11), menjamu Mitra Kukar di laga pamungkas Liga 1 2017. Ketika tim berjuluk Beruang Madu tersebut dipastikan terdegradasi sejak 29 September lalu, Stadion Batakan Balikpapan tetap biru. Saat babak kedua dimulai, master of ceremony menyebut penonton yang hadir 6.385 orang.

Sepanjang pertandingan, Balistik dan PFC juga tidak berhenti bernyanyi. Tak hanya itu, mereka membuat beberapa spanduk. Di antaranya, bertuliskan “kami ada bukan karena prestasimu dan divisimu”. Juga, “kami akan selalu menemanimu bersama keyakinan dan harapan baru”. 

“Luar biasa, saya terharu. Ini membuat saya termotivasi untuk mengembalikan segera ke Liga 1. Kalau memang ke Liga 2 kami hanya satu musim di situ,” ungkap Ketua Umum Persiba Syahril HM Taher tadi malam.

Namun, dia belum bisa membeber. Apa saja yang akan menjadi evaluasi untuk meningkatkan performa tim. Termasuk pemain yang harus dipertahankan. “Kami belum tahu apakah masih di Liga 1 atau Liga 2. Juga para pemain. Apakah mau bersama kami di Liga 2. Yang pasti, dalam waktu dekat saya minta laporan dari tim pelatih dan manajer. Dari situ kami putuskan,” sambungnya.

Tadi malam, penggawa Persiba sukses memberi kado indah buat suporter. Mereka memberi kemenangan 3-2 atas Mitra Kukar. Gol kemenangan tuan rumah dicetak lewat sontekan Bijahil Chalwa menit 14, eksekusi penalti Srdan Lopicic (49'), dan sontekan Junior Lopes (52'). Sementara itu, gol balasan Mitra dicetak lewat tendangan bebas Septian David Maulana (19') dan sepakan jarak jauh Marclei Cesar (53').

Dengan hasil tersebut, Persiba finis di peringkat 17 dengan mengoleksi 27 poin. Sedangkan Mitra Kukar menuntaskan Liga 1 di peringkat 10 dengan 43 angka. 

Pelatih Persiba Haryadi mengatakan akan memberi rekomendasi 80 persen anak asuhnya. Supaya dipertahankan oleh manajemen. Sebab, dia menilai, kualitas para penggawanya cukup baik dan bisa bersaing di Liga 2. “Kalau ada tambahan, tim ini hanya butuh striker. Selebihnya sudah komplet. Saya yakin, tim ini jika dipertahankan bisa promosi lagi,” tuturnya.

Pria berlisensi A AFC itu mengatakan memiliki beberapa evaluasi. Terlepas dari status musafir pada awal putaran pertama, dia menilai, kegagalan tim saat ini karena faktor fisik. Dia mengklaim, di susunan tim pelatih, sejak awal tidak ada yang memiliki basic asli sebagai pelatih fisik. “Fisik sangat berpengaruh karena jadwal pertandingan Liga 1 musim ini juga padat. Satu kali home satu away,” imbuhnya.

Dia tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada suporter yang sudah menemani tim di Liga 1 musim ini. Tanpa suporter, para pemain tidak akan berjuang ekstrakeras seperti yang ditampilkan malam tadi. “Saya angkat topi buat suporter. Kami mohon musim depan suasana stadion tetap dipertahankan,” ungkapnya.

Jika masih dipercaya manajemen, dia mengungkapkan siap mengabdi. “Persiba sudah saya anggap seperti rumah sendiri. Ketua Persiba juga saya anggap sebagai orangtua sendiri. Tapi semua keputusan saya serahkan ke manajemen. Saya pribadi ingin bertahan,” tegasnya.

Berbeda dengan Haryadi, pelatih Mitra Yudi Suryata menyatakan belum bisa memberi rekomendasi pemain yang harus dipertahankan. Dia perlu waktu untuk berdiskusi dengan asisten pelatih dan manajer. “Evaluasinya, manajemen harus merekrut pemain dengan pintar. Jangan menumpuk banyak pemain di satu posisi. Harus merata. Jika punya target tinggi, tentu kami butuh pemain dengan kualitas lebih baik,” ujarnya. 

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Copyright © 2019 LampuHijau.com - All rights reserved
Copyright © 2019 LampuHijau.com
All rights reserved
Tutup Iklan
SabunPemutih