Syria Rebut Kota Deir Az Zor dari ISIS

Syria Rebut Kota Deir Az Zor dari ISIS

Admin
4 Nov 2017
Dibaca : 458x
Dibntu Pasukan Iran dan Serangan Udara Rusia

 

 

BEIRUT – Setelah tiga tahun dikuasai militan Islamic State (IS) alias ISIS, Kota Deir Az Zor, Provinsi Deir Az Zor, Syria, akhirnya bebas. Militer Syria yang dibantu pasukan Iran dan serangan udara Rusia berhasil mengusir militan sadis itu dari kota tersebut. Sebelum diambil alih, Deir Az Zor adalah kota besar yang menjadi benteng terakhir ISIS di Syria. Di Iraq, Kota Al Qaim yang dikuasai ISIS juga kini tengah digempur.

’’Militer yang bekerja sama dengan pasukan sekutu telah membebaskan Kota Deir Az Zor sepenuhnya dari genggaman Daesh (ISIS),’’ tulis pernyataan militer Syria kemarin (3/11).

Mereka juga berhasil mengamankan Distrik Al Hamidiya, Sheikh Yassin, Al Ardhi, dan Al Rashidi. Kini operasi pembersihan untuk menghilangkan ranjau dan bom dilakukan di wilayah-wilayah yang sudah dibebaskan tersebut. Operasi pengambilalihan kota itu dimulai September lalu. Setelah merebut Deir Az Zor, kini pasukan Syria beralih menggempur Kota Albu Kamal yang sama-sama terletak di sebelah barat Sungai Eufrat.

Di pihak lain, pasukan Kurdi dan oposisi Syria (SDF) yang didukung Amerika Serikat (AS) merebut kota-kota lain di sisi timur sungai yang masih dikuasai ISIS.

Berdasar keterangan Syrian Observatory for Human Rights (SOHR), ISIS memang masih menguasai 40 persen wilayah di Provinsi Deir Az Zor. Sebagian besar Kota Deir Az Zor dikuasai ISIS sejak 2014. Kekalahan kelompok militan pimpinan Abu Bakr Al Baghdadi di kota terbesar ketujuh Syria tersebut menjadi pukulan telak. Sebab, Deir Az Zor tidak hanya luas secara wilayah, tetapi juga strategis. Letaknya berbatasan dengan Iraq dan kaya minyak. Namun, akibat peperangan, kota itu kini luluh lantak.

Sementara itu, pada hari yang sama, wilayah kekuasaan ISIS di Iraq juga diserang. Militer Iraq, pasukan antiterorisme, pejuang Sunni, dan Popular Mobilization Forces (PMF) yang didukung Iran menyerang Kota Al Qaim dan Rawa. Dua kota tersebut berbatasan langsung dengan Syria. Mereka sudah berhasil memasuki Al Qaim dan terus mendesak mundur ISIS. Perdana Menteri Iraq Haider Al Abadi berjanji kepada penduduk jika pertempuran itu berakhir dalam hitungan hari. (Reuters/AP/Al Jazeera/sha/c14/any)

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Copyright © 2020 LampuHijau.com - All rights reserved
Copyright © 2020 LampuHijau.com
All rights reserved